Dua keponakan Wakil Presiden Suriah ditangkap
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:58 WIB
Dua keponakan Wakil Presiden Suriah ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Dua keponakan Wakil Presiden Suriah, Faruq al-Sharaa telah ditangkap oleh aparat keamanan Pemerintah Suriah. Turut pula ditangkap lima teman dari keponakan sang Wakil Presiden. Menurut laporan sebuah kelompok pemantau Hak Asasi Manusia (HAM), mereka ditangkap karena memberikan dukungan bagi perubahan demokratis di Suriah.
"Zaydun Zohbi (38) dan saudaranya, Suhaib, yang tak lain adalah keponakan dari Faruq al-Sharaa, serta lima teman mereka telah ditangkap di sebuah kafe pada 15 Desember oleh anggota intelijen militer. Mereka adalah para aktivis yang mendukung perubahan damai di Suriah,” kata Observatorium Suriah untuk HAM, Kamis (20/12/2012), seperti dikutip dari Naharnet.
Penangkapan terjadi setelah al-Sharaa mengatakan dalam komentar yang dipublikasikan pada awal pekan ini, bahwa ia menyukai solusi negosiasi terhadap pemberontakan berdarah di Suriah. Pernyataan ini menempatkan posisi al-Sharaa menjadi bertentangan dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Al-Sharaa adalah pejabat Muslim Sunni paling terkemuka di minoritas Alawit yang didominasi rezim Assad. Al-Sharaa juga sempat berkomentar pada sebuah surat kabar Libanon, Al-Akhbar, bahwa pemenang yang jelas tidak mungkin muncul dari sebuah konflik.
Al-Sharaa yang saat ini berusia 74 tahun telah melayani rezim Assad selama puluhan tahun. Sejak pemberontakan meletus di Suriah pada Maret 2011 silam, al-Sharaa hanya beberapa kali muncul di hadapan publik.
"Zaydun Zohbi (38) dan saudaranya, Suhaib, yang tak lain adalah keponakan dari Faruq al-Sharaa, serta lima teman mereka telah ditangkap di sebuah kafe pada 15 Desember oleh anggota intelijen militer. Mereka adalah para aktivis yang mendukung perubahan damai di Suriah,” kata Observatorium Suriah untuk HAM, Kamis (20/12/2012), seperti dikutip dari Naharnet.
Penangkapan terjadi setelah al-Sharaa mengatakan dalam komentar yang dipublikasikan pada awal pekan ini, bahwa ia menyukai solusi negosiasi terhadap pemberontakan berdarah di Suriah. Pernyataan ini menempatkan posisi al-Sharaa menjadi bertentangan dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Al-Sharaa adalah pejabat Muslim Sunni paling terkemuka di minoritas Alawit yang didominasi rezim Assad. Al-Sharaa juga sempat berkomentar pada sebuah surat kabar Libanon, Al-Akhbar, bahwa pemenang yang jelas tidak mungkin muncul dari sebuah konflik.
Al-Sharaa yang saat ini berusia 74 tahun telah melayani rezim Assad selama puluhan tahun. Sejak pemberontakan meletus di Suriah pada Maret 2011 silam, al-Sharaa hanya beberapa kali muncul di hadapan publik.
(esn)