Musim dingin ekstrim, 37 penduduk Ukraina meninggal
Selasa, 18 Desember 2012 - 20:27 WIB
Musim dingin ekstrim, 37 penduduk Ukraina meninggal
A
A
A
Sindonews.com – Memasuki musim dingin ekstrim dengan suhu mencapai -23 derajat Celsius, sedikitnya 19 penduduk Ukraina meninggal dalam kurun waktu 24 jam. Departemen Kesehatan Ukraina mengatakan dengan ini jumlah korban tewas akibat cuaca dingin di negara pecahan Uni Soviet ini telah mencapai 37 orang.
"37 orang sudah dinyatakan tewas, 160 orang dirawat di rumah sakit, sementara 190 orang meminta pertolongan tim medis," seperti tercatat dalam laporan Departemen Kesehatan Ukraina dilansir Reuters, Selasa (18/12/2012).
Peramal cuaca mengatakan selama pekan ini suhu udara malam di wilayah Utara dan Timur Ukraina meningkat sampai -28 Celsius. Peningkatan cuaca akan dibarengi dengan hujan salju lebat. Ketinggian salju di beberapa wilayah bahkan mencapai ketingguan 53 cm.
Guna mengantisipasi meningkatkan korban tewas akibat cuaca ekstrim, Kementrian Darurat Ukraina telah menyiapkan ratusan tenda pemanas di seluruh Ukraina. Disana semua orang bisa mendapat pertolongan pertama dan minuman hangat. Pasalnya, Februari lalu, Ukraina menghadapi musim dingin terparah dalam 6 tahun belakangan, lebih dari 130 orang dilaporkan tewas.
"37 orang sudah dinyatakan tewas, 160 orang dirawat di rumah sakit, sementara 190 orang meminta pertolongan tim medis," seperti tercatat dalam laporan Departemen Kesehatan Ukraina dilansir Reuters, Selasa (18/12/2012).
Peramal cuaca mengatakan selama pekan ini suhu udara malam di wilayah Utara dan Timur Ukraina meningkat sampai -28 Celsius. Peningkatan cuaca akan dibarengi dengan hujan salju lebat. Ketinggian salju di beberapa wilayah bahkan mencapai ketingguan 53 cm.
Guna mengantisipasi meningkatkan korban tewas akibat cuaca ekstrim, Kementrian Darurat Ukraina telah menyiapkan ratusan tenda pemanas di seluruh Ukraina. Disana semua orang bisa mendapat pertolongan pertama dan minuman hangat. Pasalnya, Februari lalu, Ukraina menghadapi musim dingin terparah dalam 6 tahun belakangan, lebih dari 130 orang dilaporkan tewas.
(esn)