Serang rumah sakit, Letts tewas ditembak Polisi AS
Minggu, 16 Desember 2012 - 13:29 WIB
Serang rumah sakit, Letts tewas ditembak Polisi AS
A
A
A
Sindonews.com - Jason Letts (38), seorang pria bersenjata melepaskan sejumlah tembakan di lantai lima rumah sakit St. Vincent, Birmingham, Alabama, Amerika Serikat (AS), Sabtu (15/12/2012) pagi, sekira pukul 4 waktu setempat.
"Tidak ada korban tewas dalam serangan ini. Namun, dua orang staf rumah sakit menderita luka-luka. Sementara pelaku penyerangan tewas ditembak polisi," ungkap sersan Johnny Williams, dari Departemen Kepolisian Birmingham, seperti dilansir CBS24.
Kepala Kepolisian Birmingham, A.C. Roper mengatakan, serangan di rumah sakit St. Vincent sangat di luar dugaan, mengingat dua hari sebelumnya, Adam Lanza (20) menembak mati 20 orang murid SD Sandy Hook, di Newtown, Connecticut, AS Jumat (14/12/2012).
"Serangan ini bisa berdampak lebih buruk jika tidak segera ditanggapi. Saya kagum atas keberanian petugas kepolisian dan tim medis yang berusaha melindungi nyawa paseien," imbuh Roper.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pihak rumah sakit St. Vincent memutuskan untuk menutup kunjungan selama 24 jam terakhir. Pihak rumah sakit sakit melakukan segala hal untuk melindungi pasien, pengunjung, dan semua staf rumah sakit, serta meningkatkan penjagaan selama 24 jam di depan ruang gawat darurat dan seluruh wilayah rumah sakit.
Departemen Kepolisian Birmingham bekerjasama dengan Biro Invetigasi Alabama, kini tengah mengusut motif serangan Letts.
"Tidak ada korban tewas dalam serangan ini. Namun, dua orang staf rumah sakit menderita luka-luka. Sementara pelaku penyerangan tewas ditembak polisi," ungkap sersan Johnny Williams, dari Departemen Kepolisian Birmingham, seperti dilansir CBS24.
Kepala Kepolisian Birmingham, A.C. Roper mengatakan, serangan di rumah sakit St. Vincent sangat di luar dugaan, mengingat dua hari sebelumnya, Adam Lanza (20) menembak mati 20 orang murid SD Sandy Hook, di Newtown, Connecticut, AS Jumat (14/12/2012).
"Serangan ini bisa berdampak lebih buruk jika tidak segera ditanggapi. Saya kagum atas keberanian petugas kepolisian dan tim medis yang berusaha melindungi nyawa paseien," imbuh Roper.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pihak rumah sakit St. Vincent memutuskan untuk menutup kunjungan selama 24 jam terakhir. Pihak rumah sakit sakit melakukan segala hal untuk melindungi pasien, pengunjung, dan semua staf rumah sakit, serta meningkatkan penjagaan selama 24 jam di depan ruang gawat darurat dan seluruh wilayah rumah sakit.
Departemen Kepolisian Birmingham bekerjasama dengan Biro Invetigasi Alabama, kini tengah mengusut motif serangan Letts.
(esn)