Palestina menyerukan diakhirinya blokade Israel di Gaza
Jum'at, 14 Desember 2012 - 18:56 WIB
Palestina menyerukan diakhirinya blokade Israel di Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Otoritas Palestina menyerukan kepada masyarakat internasional agar tidak hanya untuk terus memberikan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, tetapi juga untuk mendorong diakhirinya blokade Israel atas Gaza.
Seruan itu dibuat oleh Wakil Permanen Palestina di PBB, Riyad Mansour, pada pertemuan Majelis Umum PBB, Kamis (13/12/2012). Pertemuan ini difokuskan pada pendistribusian bantuan kepada rakyat Palestina.
“Kami mendesak masyarakat internasional untuk mengerahkan segala upaya, termasuk langkah-langkah praktis untuk memaksa Israel segera mengakhiri blokade di Jalur Gaza. Sebab, tindakan itu melanggar hukum internasional,” kata Mansour, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, Palestina sangat membutuhkan bantuan masyarakat intrenasional. “Masyarakat internasional perlu mengambil tindakan untuk menghilangkan hambatan yang luar biasa, yakni kekuatan pendudukan yang berada di tanah Palestina. Pendudukan mempengaruhi kehidupan lebih dari 1,6 juta warga Palestina,” lanjutnya.
Mansour menyatakan, Pemerintah Israel terus memberlakukan pembatasan perdagangan. Hal ini membuat ekonomi Palestina bergantung pada ekonomi Israel.
“Palestina tidak dapat mengakses pasar internasional, Palestina dipaksa untuk berdagang dengan Israel. Kekuatan pendudukan membuat negara Palestina menjadi importir nomor satu produk-produk Israel," jelasnya.
Kondisi ini, menurut Mansour, telah menimbulkan rasa putus asa di kalangan masyarakat Palestina. “Bantuan ekonomi dan kemanusiaan dari masyarakat internasional memang penting, tetapi itu tidak cukup. Jika masyarakat internasional benar-benar bercita-cita untuk menyaksikan solusi dua-negara terwujud, maka mereka harus memaksa penguasa pendudukan untuk mengakhiri tindakan ilegal itu,” tandasnya.
Seruan itu dibuat oleh Wakil Permanen Palestina di PBB, Riyad Mansour, pada pertemuan Majelis Umum PBB, Kamis (13/12/2012). Pertemuan ini difokuskan pada pendistribusian bantuan kepada rakyat Palestina.
“Kami mendesak masyarakat internasional untuk mengerahkan segala upaya, termasuk langkah-langkah praktis untuk memaksa Israel segera mengakhiri blokade di Jalur Gaza. Sebab, tindakan itu melanggar hukum internasional,” kata Mansour, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurutnya, Palestina sangat membutuhkan bantuan masyarakat intrenasional. “Masyarakat internasional perlu mengambil tindakan untuk menghilangkan hambatan yang luar biasa, yakni kekuatan pendudukan yang berada di tanah Palestina. Pendudukan mempengaruhi kehidupan lebih dari 1,6 juta warga Palestina,” lanjutnya.
Mansour menyatakan, Pemerintah Israel terus memberlakukan pembatasan perdagangan. Hal ini membuat ekonomi Palestina bergantung pada ekonomi Israel.
“Palestina tidak dapat mengakses pasar internasional, Palestina dipaksa untuk berdagang dengan Israel. Kekuatan pendudukan membuat negara Palestina menjadi importir nomor satu produk-produk Israel," jelasnya.
Kondisi ini, menurut Mansour, telah menimbulkan rasa putus asa di kalangan masyarakat Palestina. “Bantuan ekonomi dan kemanusiaan dari masyarakat internasional memang penting, tetapi itu tidak cukup. Jika masyarakat internasional benar-benar bercita-cita untuk menyaksikan solusi dua-negara terwujud, maka mereka harus memaksa penguasa pendudukan untuk mengakhiri tindakan ilegal itu,” tandasnya.
(esn)