Satelit Korut mengorbit normal
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:11 WIB
Satelit Korut mengorbit normal
A
A
A
Sindonews.com - Kementrian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan, satelit Kwangmyongsong-3 milik Korea Utara (Korut) yang diluncurkan dengan bantuan roket Unha-3 beroperasi normal di orbit bumi, Kamis (13/12/2012).
"Satelit yang dilontarkan oleh roket Unha-3 mengorbit dengan normal. Satelit tersebut bergerak dengan kecepatan 7,6 km per jam, dengan bentuk lintasan oval seluas 500-588 km," ungkap Kim Min-seok, Juru Bicara Kementrian Pertahanan Korsel seperti diberitakan Yonhap.
"Sejauh ini, belum dapat dipastikan apakah misi satelit tersebut. Namun, diperlukan waktu dua pekan untuk mengevaluasi kesuksesan peluncuran sebuah satelit," ungkap Min-seok.
Kemarin, pemerintah Korut mengatakan, peluncuran satelit Kwangmyongsong-3 ke orbit bumi semata-mata demi kepentingan ilmiah. Korut mengklaim, bahwa mereka memiliki hak untuk mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan luar angkasa, peluncuran roket bertujuan membantu satelit ilmiah masuk ke orbit.
Peluncuran roket Unha-3 menuai kecaman dan protes dari Amerika serikat, Korsel, Inggris, Rusia, Jepang, bahkan juga sangat disesalkan oleh China, sekutu utama Korut. Seperti diketahui, peluncuran roket Korut merupakan pelanggaran atas resolusi DK PBB bernomor 1718 dan 1874, di mana Pyongyang dilarang melakukan peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik.
"Satelit yang dilontarkan oleh roket Unha-3 mengorbit dengan normal. Satelit tersebut bergerak dengan kecepatan 7,6 km per jam, dengan bentuk lintasan oval seluas 500-588 km," ungkap Kim Min-seok, Juru Bicara Kementrian Pertahanan Korsel seperti diberitakan Yonhap.
"Sejauh ini, belum dapat dipastikan apakah misi satelit tersebut. Namun, diperlukan waktu dua pekan untuk mengevaluasi kesuksesan peluncuran sebuah satelit," ungkap Min-seok.
Kemarin, pemerintah Korut mengatakan, peluncuran satelit Kwangmyongsong-3 ke orbit bumi semata-mata demi kepentingan ilmiah. Korut mengklaim, bahwa mereka memiliki hak untuk mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan luar angkasa, peluncuran roket bertujuan membantu satelit ilmiah masuk ke orbit.
Peluncuran roket Unha-3 menuai kecaman dan protes dari Amerika serikat, Korsel, Inggris, Rusia, Jepang, bahkan juga sangat disesalkan oleh China, sekutu utama Korut. Seperti diketahui, peluncuran roket Korut merupakan pelanggaran atas resolusi DK PBB bernomor 1718 dan 1874, di mana Pyongyang dilarang melakukan peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik.
(esn)