Warga Gaza kembali teruskan penggalian terowongan ke Mesir
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:07 WIB
Warga Gaza kembali teruskan penggalian terowongan ke Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Pertikaian selama 8 hari antara militer Israel dengan militan Palestina bulan lalu, membuat sejumlah terowongan-terowongan rahasia yang menghubungkan wilayah Rafah di Jalur Gaza dengan Mesir hancur. Kini, dengan meredanya ketegangan di daerah itu, warga Gaza kembali bisa “berbisnis” dengan menggunakan terowongan tersebut.
Sejumlah warga Rafah berusaha memperbaiki bagian-bagian terowongan yang ambruk dan hancur akibat serangan udara Israel. Rata-rata, terowongan ini memiliki panjang 12 km. Terowongan ini dijadikan jalur penyelundupan berbagai macam barang dari Mesir ke Jalur Gaza.
Barang yang diselundupkan berupa makanan, pakaian, barang elektronik, mesin diesel, sepeda motor buatan China, hewan ternak, senjata, sampai rudal yang kerap ditembakan ke wilayah Israel.
Seperti yang dilakukan Anwar Abu Lebdeh dan tujuh warga Rafah lainnya. Hari-hari terakhir ini, ia sibuk memperbaiki pintu masuk terowongan yang hancur akibat altileri Israel. Tanah, batu, dan kerikil yang digali dari terowongan, diangkut oleh truk untuk kemudian dibuang di tempat lain.
"Ini sumber hidup kami, hanya ini pekerjaan yang bisa kami lakukan. Saya telah bekerja di sini selama lima tahun," Kata Abu Lebdeh (24), seperti dikutip dari Ynet, Rabu (12/12/2012). Ia harus bekerja keras melalui lumpur yang ditinggalkan oleh hujan lebat demi mencapai titik lokasi pekerjaannya.
Industri terowongan telah menjadi kunci bagi perekonomian Gaza, sejak Israel dan Mesir memberlakukan blokade terhadap wilayah itu. Blokade diberlakukan setelah Hamas merebut kekuasaan di Gaza pada tahun 2007.
Israel sendiri mengklaim telah berhasil menghancurkan 140 terowongan yang digunakan untuk penyelundupan. Menurut Israel, penghancuran terowongan ini telah mengganggu stok amunisi Hamas.
Sejumlah warga Rafah berusaha memperbaiki bagian-bagian terowongan yang ambruk dan hancur akibat serangan udara Israel. Rata-rata, terowongan ini memiliki panjang 12 km. Terowongan ini dijadikan jalur penyelundupan berbagai macam barang dari Mesir ke Jalur Gaza.
Barang yang diselundupkan berupa makanan, pakaian, barang elektronik, mesin diesel, sepeda motor buatan China, hewan ternak, senjata, sampai rudal yang kerap ditembakan ke wilayah Israel.
Seperti yang dilakukan Anwar Abu Lebdeh dan tujuh warga Rafah lainnya. Hari-hari terakhir ini, ia sibuk memperbaiki pintu masuk terowongan yang hancur akibat altileri Israel. Tanah, batu, dan kerikil yang digali dari terowongan, diangkut oleh truk untuk kemudian dibuang di tempat lain.
"Ini sumber hidup kami, hanya ini pekerjaan yang bisa kami lakukan. Saya telah bekerja di sini selama lima tahun," Kata Abu Lebdeh (24), seperti dikutip dari Ynet, Rabu (12/12/2012). Ia harus bekerja keras melalui lumpur yang ditinggalkan oleh hujan lebat demi mencapai titik lokasi pekerjaannya.
Industri terowongan telah menjadi kunci bagi perekonomian Gaza, sejak Israel dan Mesir memberlakukan blokade terhadap wilayah itu. Blokade diberlakukan setelah Hamas merebut kekuasaan di Gaza pada tahun 2007.
Israel sendiri mengklaim telah berhasil menghancurkan 140 terowongan yang digunakan untuk penyelundupan. Menurut Israel, penghancuran terowongan ini telah mengganggu stok amunisi Hamas.
(esn)