Perancis: Palestina & Israel harus segera memulai perundingan damai
Kamis, 13 Desember 2012 - 09:00 WIB
Perancis: Palestina & Israel harus segera memulai perundingan damai
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius menegaskan bahwa Palestina dan
Israel harus segera memulai kembali pembicaraan damai. Jika tidak, kelompok garis keras di kedua sisi konflik akan mengambil keuntungan.
“Penting bagi Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) untuk lebih terlibat langsung dalam perundingan perdamaian. Ini (Palestina dan Israel) tidak akan menyelesaikannya sendiri," kata Fabius, Rabu (12/12/2012), seperti dikutip dari Reuters.
Pembicaraan ke arah diakhirinya konflik puluhan tahun dan menciptakan sebuah negara Palestina yang merdeka, telah terhenti selama lebih dari dua tahun. Palestina menarik diri dari meja perundingan, karena Israel melakukan pembangunan pemukinan di wilayah pendudukan.
Mengingat Israel akan menggelar pemilu pada Januari 2013 mendatang, Perancis menilai langkah cepat harus dilakukan setelah terpilihnya pemimpin baru di negara Yahudi itu. "Setelah (jajak pendapat) kita harus bergerak cepat menuju negosiasi. Sebab, cepat atau lambat, ini akan menguntungkan para ekstremis di kedua belah pihak," kata Fabius.
Perancis adalah anggota Dewan Keamanan PBB anggota yang mendukung peningkatan status Palestina sebagai Negara Pengamat Non anggota di PBB. “Pada awal tahun depan, Perancis juga akan menjadi tuan rumah konferensi donor untuk mengumpulkan dana bagi Pemerintah Palestina,” ujar Fabius.
Israel harus segera memulai kembali pembicaraan damai. Jika tidak, kelompok garis keras di kedua sisi konflik akan mengambil keuntungan.
“Penting bagi Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) untuk lebih terlibat langsung dalam perundingan perdamaian. Ini (Palestina dan Israel) tidak akan menyelesaikannya sendiri," kata Fabius, Rabu (12/12/2012), seperti dikutip dari Reuters.
Pembicaraan ke arah diakhirinya konflik puluhan tahun dan menciptakan sebuah negara Palestina yang merdeka, telah terhenti selama lebih dari dua tahun. Palestina menarik diri dari meja perundingan, karena Israel melakukan pembangunan pemukinan di wilayah pendudukan.
Mengingat Israel akan menggelar pemilu pada Januari 2013 mendatang, Perancis menilai langkah cepat harus dilakukan setelah terpilihnya pemimpin baru di negara Yahudi itu. "Setelah (jajak pendapat) kita harus bergerak cepat menuju negosiasi. Sebab, cepat atau lambat, ini akan menguntungkan para ekstremis di kedua belah pihak," kata Fabius.
Perancis adalah anggota Dewan Keamanan PBB anggota yang mendukung peningkatan status Palestina sebagai Negara Pengamat Non anggota di PBB. “Pada awal tahun depan, Perancis juga akan menjadi tuan rumah konferensi donor untuk mengumpulkan dana bagi Pemerintah Palestina,” ujar Fabius.
(esn)