Jepang, AS & Korsel segera minta DK PBB bersidang

Rabu, 12 Desember 2012 - 17:09 WIB
Jepang, AS & Korsel...
Jepang, AS & Korsel segera minta DK PBB bersidang
A A A
Sindonews.com - Dewan Keamanan (DK) PBB dikabarkan segara mengelar sidang darurat, karena berang dengan ulah Pemerintah Korea Utara (Korut) yang tidak mengindahkan larangan dan tetap meluncurkan Unha-3 untuk mengirim satelit Kwangmyongsong-3 mengorbit, Rabu (12/12/2012).

Diplomat barat mengatakan, DK PBB akan membahas ancaman roket dan sanksi lebih mendalam bagi negara komunis tersebut. "Jepang dan AS pada pagi ini telah meminta DK PBB segera menggelar sidang darurat," ungkap seorang diplomat Barat, seperti diberitakan the express tribune.

Seperti diketahui, beberapa saat setelah Korut mengklaim berhasil meluncurkan roket, Sekertaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura mengatakan kepada awak media, bahwa mereka telah meminta DK PBB untuk segara mengelar sidang darurat.

Sementara itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengaku prihatinan atas peluncuran roket yang akan menimbukan dampak negatif terhadap stabilitas keamanan regional.

Menurut laporan Jepang, AS dan Korea Selatan telah sepakat untuk menuntut DK PBB untuk memperkuat sanksi bagi Korut, sepadan dengan sanksi yang mereka jatuhkan pada Iran. Sanksi tersebut mencakup peningkatan daftar lembaga keuangan yang diblokir dan pembekuan sejumlah aset individu.

Namun, penjatuhan sanksi baru tersebut akan sangat bergantung dangan sikap China, salah satu anggota tetap DK PBB, yang merupakan sekutu dekat Korut dalam sektor perdagangan dan penyediaan bantuan.

Seperti diketahui, pasca kegagalan peluncuran Unha-3 pertama pada 16 April lalu, DK PBB telah menggelar rapat paripurna putaran kedua. Dalam sidang tersebut, DK PBB dengan suara bulat mengadopsi sebuah pernyataan yang menyerukan penguatan sanksi terhadap Korut dan langkah-langkah untuk mencegah provokasi tambahan.

"Peluncuran satelit merupakan pelanggaran berat atas resolusi 1718 dan 1874, Pyongyang dilarang melakukan peluncuran dengan menggunakan teknologi rudal balistik," ungkap pernyataan bersama DK PBB tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Heboh, Turis AS Menyeberang...
Heboh, Turis AS Menyeberang ke Korea Utara Saat Tur
Media Korsel Sebut Turis...
Media Korsel Sebut Turis AS yang Menyeberang ke Korut Seorang Tentara, Ini Identitasnya
Negara-Negara yang Membenci...
Negara-Negara yang Membenci Korea Utara
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
1 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
2 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
3 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
4 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
5 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved