Abbas: Israel harus memilih, teruskan pembangunan atau perdamaian
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:49 WIB
Abbas: Israel harus memilih, teruskan pembangunan atau perdamaian
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Pemerintah Israel harus memilih antara meneruskan pembangunan pemukiman dan pendudukan, atau menjalin perdamaian dengan Palestina berdasarkan resolusi internasional.
Pernyataan ini disampaikan Abbas saat mengujungi Ankara, Turki, Selasa (11/12/2012). "Jika Israel memilih damai, kami akan siap untuk bekerja sama. Namun, jika Israel memilih membangun permukiman terutama di wilayah E-1, kami akan mengadopsi pendekatan yang berbeda," kata Abbas seperti dikutip dari kantor berita WAFA.
Abbas mengatakan, bahwa pernyataan Pemerintah Israel yang akan membangun lingkungan pemukiman baru di Tepi Barat, khususnya di wilayah Yerusalem, adalah tindakan bermusuhan dan melanggar garis merah. Palestina tidak akan mentolerir hal ini.
Dalam kunjungan ke Turki ini, Abbas juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemerintah Turki. Kepada Presiden Turki, Abdullah Gul, Abbas menjabarkan upaya-upaya Pemerintah Otoritas Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.
"Kami yakin, dukungan Pemerintah Turki terhadap tawaran Palestina tersebut. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri ketidakadilan yang telah membuat Palestina menderita selama 65 tahun. Kami ingin mencapai rekonsiliasi, berakhirnya blokade terhadap Gaza, dan mendukung upaya Mesir untuk melaksanakan gencatan senjata, sampai menyingkirkan pendudukan di tanah Palestina," katanya.
Pernyataan ini disampaikan Abbas saat mengujungi Ankara, Turki, Selasa (11/12/2012). "Jika Israel memilih damai, kami akan siap untuk bekerja sama. Namun, jika Israel memilih membangun permukiman terutama di wilayah E-1, kami akan mengadopsi pendekatan yang berbeda," kata Abbas seperti dikutip dari kantor berita WAFA.
Abbas mengatakan, bahwa pernyataan Pemerintah Israel yang akan membangun lingkungan pemukiman baru di Tepi Barat, khususnya di wilayah Yerusalem, adalah tindakan bermusuhan dan melanggar garis merah. Palestina tidak akan mentolerir hal ini.
Dalam kunjungan ke Turki ini, Abbas juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemerintah Turki. Kepada Presiden Turki, Abdullah Gul, Abbas menjabarkan upaya-upaya Pemerintah Otoritas Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.
"Kami yakin, dukungan Pemerintah Turki terhadap tawaran Palestina tersebut. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri ketidakadilan yang telah membuat Palestina menderita selama 65 tahun. Kami ingin mencapai rekonsiliasi, berakhirnya blokade terhadap Gaza, dan mendukung upaya Mesir untuk melaksanakan gencatan senjata, sampai menyingkirkan pendudukan di tanah Palestina," katanya.
(esn)