AS: Peluncuran roket Unha-3 adalah langkah provokatif
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:30 WIB
AS: Peluncuran roket Unha-3 adalah langkah provokatif
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) mengutuk langkah provokotif Korea Utara (Korut) atas peluncuran Unha-3, yang diyakini sebagai uji coba terselubung rudal balistik antar benua, Rabu (12/12/2012) pagi waktu setempat.
Tommy Vietor, Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih memperingatkan, bahwa uji coba tersebut akan mengguncang stabilitas di kawasan itu dan membuat Korut akan semakin terisolasi dari pergaulan masyarakat dunia.
"Peluncuran roket ini menunjukan contoh lain dari perilaku tidak bertanggung jawab pemerintah Korut," ungkap Vietor. "Langkah provokatif Korut hanya akan membuat mereka semakin terisolasi," lanjutnya.
Sebagai negara yang sejak awal tidak setuju dengan rencana peluncuran satelit ilmiah Korut, AS menilai peluncuran tersebut telah meningkatkan ancaman bagi regional. “AS akan semakin memperkuat dan meningkatkan koordinasi erat dengan sejumlah mitra dan sekutu," imbuh Vietor.
Vietor mengatakan, masyarakat internasional tidak dapat menerima sikap Korut yang dengan sengaja mengeksplorasi sumber daya langka untuk pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik.
Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (Norad) membenarkan bahwa pemerintah Korut telah sukses meluncurkan sebuah satelit ke orbit. Vietor mengatakan, langkah ini memicu rencana Dewan Keamanan PBB untuk segara mengelar sidang darurat untuk menjatuhkan sanksi baru atas pengembangan program nuklir dan rudal balistik.
Pasalnya, sejumlah negara menuding Korut meluncurkan roket untuk mengujicoba rudal balistik dengan jangkauan 6.700 km, yang mampu menjangkau sasaran yang berada di AS sekalipun. Namun, Korut mengaku peluncuran roket bertujuan untuk menempatkan satelit ke orbit bumi.
Tommy Vietor, Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih memperingatkan, bahwa uji coba tersebut akan mengguncang stabilitas di kawasan itu dan membuat Korut akan semakin terisolasi dari pergaulan masyarakat dunia.
"Peluncuran roket ini menunjukan contoh lain dari perilaku tidak bertanggung jawab pemerintah Korut," ungkap Vietor. "Langkah provokatif Korut hanya akan membuat mereka semakin terisolasi," lanjutnya.
Sebagai negara yang sejak awal tidak setuju dengan rencana peluncuran satelit ilmiah Korut, AS menilai peluncuran tersebut telah meningkatkan ancaman bagi regional. “AS akan semakin memperkuat dan meningkatkan koordinasi erat dengan sejumlah mitra dan sekutu," imbuh Vietor.
Vietor mengatakan, masyarakat internasional tidak dapat menerima sikap Korut yang dengan sengaja mengeksplorasi sumber daya langka untuk pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik.
Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (Norad) membenarkan bahwa pemerintah Korut telah sukses meluncurkan sebuah satelit ke orbit. Vietor mengatakan, langkah ini memicu rencana Dewan Keamanan PBB untuk segara mengelar sidang darurat untuk menjatuhkan sanksi baru atas pengembangan program nuklir dan rudal balistik.
Pasalnya, sejumlah negara menuding Korut meluncurkan roket untuk mengujicoba rudal balistik dengan jangkauan 6.700 km, yang mampu menjangkau sasaran yang berada di AS sekalipun. Namun, Korut mengaku peluncuran roket bertujuan untuk menempatkan satelit ke orbit bumi.
(esn)