Korsel berang Korut luncurkan Kwangmyongsong-3
Rabu, 12 Desember 2012 - 13:12 WIB
Korsel berang Korut luncurkan Kwangmyongsong-3
A
A
A
Sindonews.com - Kesuksesan Korea Utara meluncurkan satelit Kwangmyongsong-3 pada pagi hari tadi mengundang reaksi saudaranya, Korea Selatan (Korsel). Negara yang dipimpin Lee Myung-Bak ini mengutuk peluncuran satelit dengan menggunakan roket Unha-3.
"Pemerintah Korsel bersama masyarakat internasional sangat mengutuk sikap Korut yang telah mengabaikan peringatan dan permintaan berulang-ulang untuk membatalkan peluncuran roket tersebut. Tetapi mereka terus melanjutkan rencara provokasi tersebut," ungkap Menteri Luar Negeri Korsel Kim Sung-Hwan, seperti diberitakan Yonhap, Rabu (12/12/2012).
Korsel menganggap roket yang mendorong satelit milik Korut ke koordinatnya itu telah melanggar resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB. Unha-3 merupakan roket jarak jauh yang dikembangkan oleh Korut.
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pelarangan uji coba roket ini karena dianggap mengancam keamanan di Semenanjung Korea.
"Peluncuran roket ini jelas telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah melarang uji coba rudal balistik dan mengancam keamanan di Semenanjung Korea dan dunia pada umumnya," imbuh Hwan.
Atas sikap nekat Korut, Hwan mengatakan negara komunis tersebut akan memikul tanggung jawab lebih berat dan menghadapi isolasi dari panggung global.
"Korsel akan berkoordinasi erat dengan masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah agar Korut mempertanggungjawabkan sikap mereka," imbuh Hwan.
Hwan memperingatkan dan mendesak Korut untuk mengalihkan sumber daya yang digunakan untuk pengembangan nuklir dan rudal untuk membiayai masalah lain yang lebih mendesak yakni, peningkatan standar hidup rakyat.
Seperti diketahui, media resmi pemerintah Korut memberitakan versi kedua satelit Kwangmyongsong-3 berhasil lepas landas dari Pusat Antariksa Sohae di daerah Tongchang-ri dengan bantuan roket Unha-3 pada pukul 09.49 waktu setempat pagi tadi.
"Pemerintah Korsel bersama masyarakat internasional sangat mengutuk sikap Korut yang telah mengabaikan peringatan dan permintaan berulang-ulang untuk membatalkan peluncuran roket tersebut. Tetapi mereka terus melanjutkan rencara provokasi tersebut," ungkap Menteri Luar Negeri Korsel Kim Sung-Hwan, seperti diberitakan Yonhap, Rabu (12/12/2012).
Korsel menganggap roket yang mendorong satelit milik Korut ke koordinatnya itu telah melanggar resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB. Unha-3 merupakan roket jarak jauh yang dikembangkan oleh Korut.
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pelarangan uji coba roket ini karena dianggap mengancam keamanan di Semenanjung Korea.
"Peluncuran roket ini jelas telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah melarang uji coba rudal balistik dan mengancam keamanan di Semenanjung Korea dan dunia pada umumnya," imbuh Hwan.
Atas sikap nekat Korut, Hwan mengatakan negara komunis tersebut akan memikul tanggung jawab lebih berat dan menghadapi isolasi dari panggung global.
"Korsel akan berkoordinasi erat dengan masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah agar Korut mempertanggungjawabkan sikap mereka," imbuh Hwan.
Hwan memperingatkan dan mendesak Korut untuk mengalihkan sumber daya yang digunakan untuk pengembangan nuklir dan rudal untuk membiayai masalah lain yang lebih mendesak yakni, peningkatan standar hidup rakyat.
Seperti diketahui, media resmi pemerintah Korut memberitakan versi kedua satelit Kwangmyongsong-3 berhasil lepas landas dari Pusat Antariksa Sohae di daerah Tongchang-ri dengan bantuan roket Unha-3 pada pukul 09.49 waktu setempat pagi tadi.
(esn)