Israel gerebek kantor LSM Palestina di Ramallah
Selasa, 11 Desember 2012 - 20:24 WIB
Israel gerebek kantor LSM Palestina di Ramallah
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Israel menyerbu tiga kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Palestina di jantung kota Ramallah, Tepi Barat, Selasa (11/12/2012) pagi. Tentara Israel mendobrak pintu kantor LSM Perhimpunan Perempuan Palestina, Jaringan LSM Palestina, dan Advokat untuk warga Palestina di penjara-penjara Israel.
Dalam penggerebekan itu, tentara Israel menyita lima buah komputer milik LSM-LSM tersebut. Aksi ini adalah yang pertama kali dilakukan militer Israel. Para aktivis LSM menyebut, tindakan militer Israel ini adalah imbas dari peningkatan status Palestina di PBB sebagai Negara Pengamat Non Anggota.
"Serangan ini datang dalam konteks keputusan PBB," kata Allam Jarrar, dari Jaringan LSM Palestina, seperti dikutip dari Jpost. Selebaran bertuliskan "boikot Israel" berserakan di lantai kantor LSM ini.
"Ini pesan dari Israel untuk Palestina, Mereka coba mengatakan, bahwa ketika Palestina mengambil keputusan atau membentuk organisasi patriotik atau untuk mencari kebebasan, Israel akan menggunakan agresi untuk menghentikan kita," lanjut Jarrar.
Peningkatan status Palestina di PBB memang untuk sementara membuat tenang suasana di Jalur Gaza. Namun tak demikian dengan kondisi di Tepi Barat. Sehari sebelumnya, tentara Israel menangkapi belasan pemuda Palestina di Nablus, Tepi Barat.
Dalam penggerebekan itu, tentara Israel menyita lima buah komputer milik LSM-LSM tersebut. Aksi ini adalah yang pertama kali dilakukan militer Israel. Para aktivis LSM menyebut, tindakan militer Israel ini adalah imbas dari peningkatan status Palestina di PBB sebagai Negara Pengamat Non Anggota.
"Serangan ini datang dalam konteks keputusan PBB," kata Allam Jarrar, dari Jaringan LSM Palestina, seperti dikutip dari Jpost. Selebaran bertuliskan "boikot Israel" berserakan di lantai kantor LSM ini.
"Ini pesan dari Israel untuk Palestina, Mereka coba mengatakan, bahwa ketika Palestina mengambil keputusan atau membentuk organisasi patriotik atau untuk mencari kebebasan, Israel akan menggunakan agresi untuk menghentikan kita," lanjut Jarrar.
Peningkatan status Palestina di PBB memang untuk sementara membuat tenang suasana di Jalur Gaza. Namun tak demikian dengan kondisi di Tepi Barat. Sehari sebelumnya, tentara Israel menangkapi belasan pemuda Palestina di Nablus, Tepi Barat.
(esn)