2 kali terbakar, Bangladesh tolak perbarui lisensi pabrik garmen
Selasa, 11 Desember 2012 - 17:30 WIB
2 kali terbakar, Bangladesh tolak perbarui lisensi pabrik garmen
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Banglades menolak memperbarui lisensi pabrik garmen yang memproduksi pakaian untuk Wal-Mart Stores Inc. Penolakan ini disebabkan pabrik tersebut tidak mengindahkan dua peringatan untuk memperbaiki standar keamanan karyawan.
Akhir November lalu, buruknya sistem penyelamatan pabrik membuat 112 pekerja tewas dalam sebuah insiden kebakaran. Ini adalah salah satu kebakaran pabrik terburuk di Bangladesh.
"Kami menolak memperbaharui lisensi, karena mereka sangat kurang memperhatikan sistem keselamatan kerja," ungkap Abu Nayeem Mohammad Shahidullah, Direktur Jendral Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh seperti dilansir Reuters, Selasa (11/12/2012).
"Sertifikat keselamatan kebakaran perusahaan berakhir pada tanggal 30 Juni, tapi departemen tidak memperpanjangnya, karena mereka tidak kunjung memenuhi ketentuan jaminan keselamatan kerja yang seharunya disediakan," terang Shahidullah.
Shahidullah menambahkan, peringatan tersebut merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada Juli lalu, pihak manajemen pabrik yang juga pemilik grup produsen pakaian Tuba juga telah mendapatkan peringatan serupa.
Menanggapi insiden yang kebakaran yang menimpa pabrik garmen Tazreen, salah satu pemasok pakaian Wal-Mart, Wakil Presiden Ethical Sourcing, Rajan Kamalanathan angkat bicara. “Setiap tahun, kami terus melakukan audit pada ribuan perusahaan untuk menjamin perusahaan menetapkan standar kerja,” ujarnya.
Akhir November lalu, buruknya sistem penyelamatan pabrik membuat 112 pekerja tewas dalam sebuah insiden kebakaran. Ini adalah salah satu kebakaran pabrik terburuk di Bangladesh.
"Kami menolak memperbaharui lisensi, karena mereka sangat kurang memperhatikan sistem keselamatan kerja," ungkap Abu Nayeem Mohammad Shahidullah, Direktur Jendral Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh seperti dilansir Reuters, Selasa (11/12/2012).
"Sertifikat keselamatan kebakaran perusahaan berakhir pada tanggal 30 Juni, tapi departemen tidak memperpanjangnya, karena mereka tidak kunjung memenuhi ketentuan jaminan keselamatan kerja yang seharunya disediakan," terang Shahidullah.
Shahidullah menambahkan, peringatan tersebut merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada Juli lalu, pihak manajemen pabrik yang juga pemilik grup produsen pakaian Tuba juga telah mendapatkan peringatan serupa.
Menanggapi insiden yang kebakaran yang menimpa pabrik garmen Tazreen, salah satu pemasok pakaian Wal-Mart, Wakil Presiden Ethical Sourcing, Rajan Kamalanathan angkat bicara. “Setiap tahun, kami terus melakukan audit pada ribuan perusahaan untuk menjamin perusahaan menetapkan standar kerja,” ujarnya.
(esn)