Buntut kematian mahasiswa, polisi Sudan bentrok dengan demonstran
Senin, 10 Desember 2012 - 23:53 WIB
Buntut kematian mahasiswa, polisi Sudan bentrok dengan demonstran
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Sudan terpaksa menembakan gas air mata dan memukuli demonstran dengan pentungan untuk mengatasi demonstrasi hari ketiga di pusat kota Khartoum, Senin (10/12/2012). Demonstrasi ini adalah bentuk protes atas kematian tiga mahasiswa Universitas Al-Jazeera, di negara bagian Al-Jazeera, pekan lalu.
Sekitar 600 mahasiswa berunjuk rasa di Universitas Neelain, Khartoum. Mereka meneriakkan kecaman, "Membunuh seorang siswa, sama dengan membunuh bangsa" dan "Revolusi, revolusi sampai kemenangan". Para pengunjuk rasa mencoba untuk menuju ke stasiun bus, di pusat kota Khartoum.
Selain membubarkan aksi, pasukan keamanan juga menangkap sejumlah demonstran. Hingga kini, belum ada pernyataan dari Pemerintah Sudan atas aksi demonstrasi yang sudah merebak sejak akhir pekan lalu, setelah ditemukannya jenazah 3 mahasiswa Universitas Al-Jazeera di dekat kampus universitas itu.
Para mahasiswa itu ditemukan tak bernyawa, setelah beberapa hari sebelumnya ditangkap aparat keamanan karena melakukan demo menuntuk pembebasan biaya pendidikan di wilaya Darfur. Tewasnya 4 mahasiswa ini telah menimbulkan banjir kecaman pada Pemerintah Sudan.
Sekitar 600 mahasiswa berunjuk rasa di Universitas Neelain, Khartoum. Mereka meneriakkan kecaman, "Membunuh seorang siswa, sama dengan membunuh bangsa" dan "Revolusi, revolusi sampai kemenangan". Para pengunjuk rasa mencoba untuk menuju ke stasiun bus, di pusat kota Khartoum.
Selain membubarkan aksi, pasukan keamanan juga menangkap sejumlah demonstran. Hingga kini, belum ada pernyataan dari Pemerintah Sudan atas aksi demonstrasi yang sudah merebak sejak akhir pekan lalu, setelah ditemukannya jenazah 3 mahasiswa Universitas Al-Jazeera di dekat kampus universitas itu.
Para mahasiswa itu ditemukan tak bernyawa, setelah beberapa hari sebelumnya ditangkap aparat keamanan karena melakukan demo menuntuk pembebasan biaya pendidikan di wilaya Darfur. Tewasnya 4 mahasiswa ini telah menimbulkan banjir kecaman pada Pemerintah Sudan.
(esn)