Otorirtas Palestina izinkan Hamas rayakan HUT di Tepi Barat
Senin, 10 Desember 2012 - 20:39 WIB
Otorirtas Palestina izinkan Hamas rayakan HUT di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Palestina izinkan Hamas memperingati perayaan ulangtahun ke-25 di Tepi Barat, Kamis 13 Desember mendatang. Langkah ini menjadi sinyal penting, bahwa Hamas dan Fatah berupaya serius mengakhiri perpecahan yang telah berlasung selama lebih lima tahun.
"Rekonsiliasi bersama Hamas akan bersatu demi rakyat Palestina," ungkap Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Sebagai tindak lanjut dari rekonsiliasi tersebut, Abbas akan berangkat menuju Kairo untuk membicarakan tindak lanjut rekonsiliasi tersebut dengan Hamas.
Menanggapi pernyataan pemerintah Otoritas Palestina, Pemimpin Hamas Khaled Meshaal menyetujui rekonsiliasi tersebut. "Dengan penyatuan tanggung jawab, Palestina akan semakin besar, karena tidak lagi hanya memimpin satu faksi," ungkap Meshaal.
Meshaal menambahkan, Hamas tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Fatah, sebaliknya Fatah tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Hamas. Seperti diketahui, Hubungan antara Hamas dan Fatah renggang, setelah Hamas menyingkirkan Fatah dari wilayah Gaza tahun 2007 silam.
Namun, kedua belah pihak yang bertikai telah berjanji untuk bekerja keras menyelesaikan perbedaan di antara mereka, pasca peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
"Rekonsiliasi bersama Hamas akan bersatu demi rakyat Palestina," ungkap Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Sebagai tindak lanjut dari rekonsiliasi tersebut, Abbas akan berangkat menuju Kairo untuk membicarakan tindak lanjut rekonsiliasi tersebut dengan Hamas.
Menanggapi pernyataan pemerintah Otoritas Palestina, Pemimpin Hamas Khaled Meshaal menyetujui rekonsiliasi tersebut. "Dengan penyatuan tanggung jawab, Palestina akan semakin besar, karena tidak lagi hanya memimpin satu faksi," ungkap Meshaal.
Meshaal menambahkan, Hamas tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Fatah, sebaliknya Fatah tidak dapat melakukan apa-apa tanpa Hamas. Seperti diketahui, Hubungan antara Hamas dan Fatah renggang, setelah Hamas menyingkirkan Fatah dari wilayah Gaza tahun 2007 silam.
Namun, kedua belah pihak yang bertikai telah berjanji untuk bekerja keras menyelesaikan perbedaan di antara mereka, pasca peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
(esn)