Brahimi bahas masalah Suriah dengan Rusia & AS
Senin, 10 Desember 2012 - 20:33 WIB
Brahimi bahas masalah Suriah dengan Rusia & AS
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan PBB untuk krisis Suriah, Lakdhar Brahimi mengatakan, pembahasan masalah Suriah dalam pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat (AS) dan Rusia berlangsung konstruktif.
"Perundingan ini digelar untuk mengeksplorasi jalan guna membuat kemajuan dalam proses perdamaian. Perundingan ini dilakukan untuk memobilisasi aksi masyarakat internasional yang lebih beragam guna membantu menyelesaikan krisis Suriah," ungkap Brahimi seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (10/12/2012).
Brahimi menambahakan, dalam pertemuan tersebut, mereka juga menyepakati solusi politik untuk masalah Suriah. Solusi politik ini harus berdasarkan pada Pertemuan Kelompok Komunike Aksi Genenva, 30 Juni lalu.
Konsultasi mengenai solusi masalah Suriah dilakukan antara Brahimi dan Mikhail Bogdanov (Wakil Menlu Rusia), serta William Burns (Deputi Menteri Luar Negeri AS).
Menyikapi konflik antara pemerintah Suriah dengan rakyatnya, AS menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melakukan kejahatan terhadap rakyat dan mendesak Assad mundur dari jabatannya. Sementara Rusia mengaku tidak memiliki ketertarikan tertentu membuat Assad tetap berkuasa, tapi kami menyakini tidak ada pihak asing yang boleh memutuskan nasib rakyat Suriah.
"Perundingan ini digelar untuk mengeksplorasi jalan guna membuat kemajuan dalam proses perdamaian. Perundingan ini dilakukan untuk memobilisasi aksi masyarakat internasional yang lebih beragam guna membantu menyelesaikan krisis Suriah," ungkap Brahimi seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (10/12/2012).
Brahimi menambahakan, dalam pertemuan tersebut, mereka juga menyepakati solusi politik untuk masalah Suriah. Solusi politik ini harus berdasarkan pada Pertemuan Kelompok Komunike Aksi Genenva, 30 Juni lalu.
Konsultasi mengenai solusi masalah Suriah dilakukan antara Brahimi dan Mikhail Bogdanov (Wakil Menlu Rusia), serta William Burns (Deputi Menteri Luar Negeri AS).
Menyikapi konflik antara pemerintah Suriah dengan rakyatnya, AS menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melakukan kejahatan terhadap rakyat dan mendesak Assad mundur dari jabatannya. Sementara Rusia mengaku tidak memiliki ketertarikan tertentu membuat Assad tetap berkuasa, tapi kami menyakini tidak ada pihak asing yang boleh memutuskan nasib rakyat Suriah.
(esn)