Abbas diskusikan rencana perdamaian dengan Liga Arab

Senin, 10 Desember 2012 - 13:16 WIB
Abbas diskusikan rencana...
Abbas diskusikan rencana perdamaian dengan Liga Arab
A A A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Liga Arab untuk tidak menarik inisiatif perdamian yang mereka usulkan pada 2002 lalu. Menanggapi pernyataan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jasem al-Thani, Abbas mengatakan, Palestina bersedia memperbaharui upaya perundingan damai dengan Isreel selama enam bulan, dengan menyaratkan beberapa kondisi, Minggu (9/12/2012).

Abbas dan sejumlah negara Liga Arab bertemu di Doha, Qatar untuk mendiskusikan pembaruan rencana damai antara Palestina dan Israel. Dalam pertemuan tersebut Abbas mengatakan, perundiangan damai harus dimulai dari titik akhir perundiangan Palestina dengan era Mantan Perdana Menteri Isreal Ehud Olmert, 2008 lalu. Selain itu, selama enam bulan perundingan, Israel juga harus menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah E1.

"Dalam kesempatan ini kami ingin mendiskusikan sebuah mekanisme yang mengarah pada penarikan mundur pasukan Israel dari seluruh wilayah Palestina dan Arab, termasuk Yarusalem. Selain itu, kami menginginkan Isreal membebaskan semua tahanan Palestina dan menghentikan pembangunan selama perundingan berlangsung," ungkap Abbas.

"Jika hal ini terjadi, maka akan tercipta sebuah kondisi negosiasi yang imbang. Kami meminta perundingan dimulai pada era pemerintahan Ehud Olmert, karena kami telah mencapai kesepahaman mengenai masalah perbatasan dan pengungsi," imbuh Abbas.

Abbas menegasakan, ia tidak ingin memulai perundiangan damai dari nol, seperti yang dikehendaki oleh Perdana Menteri Isreal Benjamin Netanyahu. "Netanyahu tidak mau membahas masalah pengungsi dan tetap membiarkan tentara Isreal disiagakan di lembah Yordan, tentu kami tidak dapat menerima hal tersebut," terang Abbas.

Semua orang Arab menginginkan perdamaian yang nyata, gagasan perundingan tersebut merupakan satu-satunya yang dirumuskan oleh negara Arab sejak 1948. "Inisiatif ini sangat penting. Jika kita keluar dari inisiatif ini, maka tidak ada alternatif lain selain perang atau tidak ada perdamaian dan perang. Dan, kami tidak siap untuk memulai perang," jelas Abbas.

Para Menteri Arab bersedia memberikan bantuan keuangan USD100 juta perbulan pada Palestina. Palestina mengaku kslsu mereka berada di ambang kehancuran, karena Israel telah menahan pajak pendapatan mereka dari perusahan Listrik Israel.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
1 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
1 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
2 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
3 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
3 jam yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved