Suriah: Kaum pemberontak bisa gunakan senjata kimia
Minggu, 09 Desember 2012 - 12:00 WIB
Suriah: Kaum pemberontak bisa gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah memperingatkan PBB, bahwa kaum pemberontak bisa saja menggunakan senjata kimia, setelah mereka menguasai sebuah pabrik yang memproduksi klorin beracun di timur Kota Aleppo.
"Kelompok teroris punya kemungkinan untuk menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Suriah, setelah mereka menguasai pabrik klorin beracun," kata Kementerian Luar Negeri Suriah, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari Focus news.
Pernyataan tersebut mengacu pada pengambilalihan pabrik kimia Suriah-Saudi (SYSACCO). Pabrik yang berada di dekat kota Safira ini diambil alih oleh pemberontak dari Front jihad Al-Nusra pada awal pekan ini.
Pabrik ini memproduksi natrium hidroksida dan hidrogen klorida. Pabrik ini berada di daerah pertanian dan telah menjadi subyek dari banyak keluhan kaum petani karena mencemari persediaan air di wilayah itu.
Selain menyebut kaum pemberontak memiliki kemungkinan menggunakan senjata kimia, Kemenlu Suriah juga kembali meyakinkan PBB, bahwa Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tidak akan pernah menggunakan senjata kimia pada perang saudara ini.
“Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia, dalam keadaan apa pun, bahkan jika senjata itu memang ada. Suriah membela rakyat melawan terorisme, yang didukung oleh negara-negara yang dikenal, dengan Amerika Serikat di garis depan," tambah pernyataan itu.
"Kelompok teroris punya kemungkinan untuk menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Suriah, setelah mereka menguasai pabrik klorin beracun," kata Kementerian Luar Negeri Suriah, Sabtu (8/12/2012), seperti dikutip dari Focus news.
Pernyataan tersebut mengacu pada pengambilalihan pabrik kimia Suriah-Saudi (SYSACCO). Pabrik yang berada di dekat kota Safira ini diambil alih oleh pemberontak dari Front jihad Al-Nusra pada awal pekan ini.
Pabrik ini memproduksi natrium hidroksida dan hidrogen klorida. Pabrik ini berada di daerah pertanian dan telah menjadi subyek dari banyak keluhan kaum petani karena mencemari persediaan air di wilayah itu.
Selain menyebut kaum pemberontak memiliki kemungkinan menggunakan senjata kimia, Kemenlu Suriah juga kembali meyakinkan PBB, bahwa Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tidak akan pernah menggunakan senjata kimia pada perang saudara ini.
“Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia, dalam keadaan apa pun, bahkan jika senjata itu memang ada. Suriah membela rakyat melawan terorisme, yang didukung oleh negara-negara yang dikenal, dengan Amerika Serikat di garis depan," tambah pernyataan itu.
(esn)