Suriah: Penempatan rudal nato di Turki adalah perang psikologis
Jum'at, 07 Desember 2012 - 21:11 WIB
Suriah: Penempatan rudal nato di Turki adalah perang psikologis
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah menyebut penempatan sistem pertahanan rudal Patriot milik NATO di wilayah perbatasan Turki-Suriah adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. "Sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena Suriah tidak akan menyerang orang-orang Turki," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Megdad, seperti dikutip dari kantor berita FARS, Jumat (7/12/2012).
Setelah sejumlah altileri dari perang saudara Suriah masuk ke wilayah Turki, permohonan penempatan sistem pertahanan rudal Patriot langsug dilayangkan Turki pada NATO. Walau mendapat sejumlah kecaman, NATO akhirnya menyetujui permintaan itu.
"Langkah Turki dan dukungan NATO untuk hal ini adalah tindakan provokatif. Ini adalah bagian dari perang psikologis terhadap Suriah," lanjut Megdad. Para diplomat Suriah mengecam Turki yang telah "mengemis bantuan" dari negara anggota NATO.
Tak hanya kecaman dari luar negeri, Pemerintah Turki juga mendapat protes dari rakyat Turki yang tak menghendaki penempatan rudal Patriot di wilayah pebatasan dengan Suriah. Pasa Kamis 6 Desember, para demonstran yang marah membakar bendera Amerika Serikat. Para demonstran juga membawa plakat yang mengecam keputusan Pemerintah Turki soal penempatan rudal NATO.
Setelah sejumlah altileri dari perang saudara Suriah masuk ke wilayah Turki, permohonan penempatan sistem pertahanan rudal Patriot langsug dilayangkan Turki pada NATO. Walau mendapat sejumlah kecaman, NATO akhirnya menyetujui permintaan itu.
"Langkah Turki dan dukungan NATO untuk hal ini adalah tindakan provokatif. Ini adalah bagian dari perang psikologis terhadap Suriah," lanjut Megdad. Para diplomat Suriah mengecam Turki yang telah "mengemis bantuan" dari negara anggota NATO.
Tak hanya kecaman dari luar negeri, Pemerintah Turki juga mendapat protes dari rakyat Turki yang tak menghendaki penempatan rudal Patriot di wilayah pebatasan dengan Suriah. Pasa Kamis 6 Desember, para demonstran yang marah membakar bendera Amerika Serikat. Para demonstran juga membawa plakat yang mengecam keputusan Pemerintah Turki soal penempatan rudal NATO.
(esn)