45 tahun di pengasingan, pemimpin Hamas kembali keGaza
Jum'at, 07 Desember 2012 - 19:32 WIB
45 tahun di pengasingan, pemimpin Hamas kembali keGaza
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal (56) akhirnya kembali menginjakan kaki di Jalur Gaza, setelah 45 tahun berada di pengasingan. Kembalinya Meshaal ke Jalur Gaza ini untuk merayakan 25 tahun berdirinya Hamas.
"Kunjungan ini merupakan buah kemenangan atas apa yang telah dicapai pada perjuangan melawan penjajahan Isreal di wilayah Palestina," ungkap Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri seperti dilansir Reuters, Jumat (7/12/2012).
"Tidak hanya menghadiri perayaan 25 tahun Hamas, dalam kunjungannya kali Meshaal juga berencana berbicara dengan faksi Palestina lainya," terang Zuhri.
Hamas juga telah meningkatkan pengamanan di Gaza jelang perayaan ulang tahun ke-25 ini. Mereka telah menyiagakan ratusan polisi dan pasukan keamanan di perbatasan Rafah. Beberapa dari mereka terlihat mengenakan masker hitam, dilengkapi senjata berat dan mengendarai truk terbuka.
Meshaal melarikan diri dari Gaza bersama anggota keluarganya saat ia berusia 11 tahun. Sejak itu, ia tak pernah lagi menginjakan kaki di Gaza. Selama kunjungan dua hari itu, Meshaal akan tinggal di kantong-kantong Hamas di Jalue Gaza.
Sejumlah pekerja juga telah mengibarkan bendera Hamas untuk menyambut kedatangan Meshaal yang akan masuk dari Mesir. Sementara itu, Hamas juga telah membangun sebuah panggung besar di wilayah utama Gaza City.
"Kunjungan ini merupakan buah kemenangan atas apa yang telah dicapai pada perjuangan melawan penjajahan Isreal di wilayah Palestina," ungkap Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri seperti dilansir Reuters, Jumat (7/12/2012).
"Tidak hanya menghadiri perayaan 25 tahun Hamas, dalam kunjungannya kali Meshaal juga berencana berbicara dengan faksi Palestina lainya," terang Zuhri.
Hamas juga telah meningkatkan pengamanan di Gaza jelang perayaan ulang tahun ke-25 ini. Mereka telah menyiagakan ratusan polisi dan pasukan keamanan di perbatasan Rafah. Beberapa dari mereka terlihat mengenakan masker hitam, dilengkapi senjata berat dan mengendarai truk terbuka.
Meshaal melarikan diri dari Gaza bersama anggota keluarganya saat ia berusia 11 tahun. Sejak itu, ia tak pernah lagi menginjakan kaki di Gaza. Selama kunjungan dua hari itu, Meshaal akan tinggal di kantong-kantong Hamas di Jalue Gaza.
Sejumlah pekerja juga telah mengibarkan bendera Hamas untuk menyambut kedatangan Meshaal yang akan masuk dari Mesir. Sementara itu, Hamas juga telah membangun sebuah panggung besar di wilayah utama Gaza City.
(esn)