Tsunami hantam timur laut Jepang
Jum'at, 07 Desember 2012 - 17:59 WIB
Tsunami hantam timur laut Jepang
A
A
A
Sindonews.com – Tsunami dengan ketinggian satu meter menghantam timur laut Jepang, Jumat (7/12/2012). Badan Meteorologi Jepang mengatakan, gelombang menyapu pantai pada pukul 6 sore waktu setempat di Ayukawa dan Ishinomaki, kota yang terkena dampak paling parah pada tsunami 2011 lalu.
Tsunami kali ini terjadi sebagai imbas dari gempa 7,3 skala Richter (SR) yang terjadi pada pukul 5 sore. Gempa ini juga menyebabkan sejumlah bangunan di Tokyo berguncang hebat selama beberapa menit. Gempa utama ini diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,2 (SR).
Pusat gempa di laporan berada 240 km sebelah timur Sendai, 10 km di bawah dasar laut Prefektur Miyagi. Akibat bencana ini, lima orang dilaporkan luka di Miyagi dan dua di Ibaraki.
Warga di kota Minamisanriku, yang masih berada di kawasan Prefektur Miyagi, disarankan untuk pergi ke tempat yang aman. Laporan menunjukkan, kota-kota lain juga akan terkena dampak tsunami.
"Kami sedang meminta orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," kata seorang Pejabat Kota, Ryuichi Omori, seperti dikutip dari Japan Today.
"Di sini sudah gelap gulita. Sambungan telepon rumah dan ponsel tidak lancar, hal ini menyulitkan untuk memantau kondisi masyarakat. Saat ini, kami sedang menyiapkan gugus tugas bencana," lanjutnya.
Tsunami kali ini terjadi sebagai imbas dari gempa 7,3 skala Richter (SR) yang terjadi pada pukul 5 sore. Gempa ini juga menyebabkan sejumlah bangunan di Tokyo berguncang hebat selama beberapa menit. Gempa utama ini diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,2 (SR).
Pusat gempa di laporan berada 240 km sebelah timur Sendai, 10 km di bawah dasar laut Prefektur Miyagi. Akibat bencana ini, lima orang dilaporkan luka di Miyagi dan dua di Ibaraki.
Warga di kota Minamisanriku, yang masih berada di kawasan Prefektur Miyagi, disarankan untuk pergi ke tempat yang aman. Laporan menunjukkan, kota-kota lain juga akan terkena dampak tsunami.
"Kami sedang meminta orang untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," kata seorang Pejabat Kota, Ryuichi Omori, seperti dikutip dari Japan Today.
"Di sini sudah gelap gulita. Sambungan telepon rumah dan ponsel tidak lancar, hal ini menyulitkan untuk memantau kondisi masyarakat. Saat ini, kami sedang menyiapkan gugus tugas bencana," lanjutnya.
(esn)