AS sudah jatuhi hukuman bagi tentara nakal di Okinawa
Kamis, 06 Desember 2012 - 23:25 WIB
AS sudah jatuhi hukuman bagi tentara nakal di Okinawa
A
A
A
Sindonews.com - Komandan Pasukan Amerika Serikat (AS) di Jepang, Letnan Jenderal Salvatore Angelella menegaskan, pihaknya sudah menjatuhkan hukuman bagi para tentara AS yang melakukan tindakan tercela di Okinawa. Pernyataan ini disampaikan Angelella dalam konferensi pers di Japan National Press Club, Kamis (6/12/2012).
“Prajurit AS yang melakukan kejahatan dan pelanggaran di Jepang telah dihukum oleh militer AS. Kami akan menyikapi secara serius perilaku buruk apapun yang dilakukan oleh pasukan AS,” ujar Angelella.
Pada Oktober lalu, dua prajurit AS melakukan tindakan perkosaan terhadap seorang wanita Jepang di Okinawa. Usai kejadian ini, militer AS memberlakukan jam malam bagi anggotanya di Okinawa. Semua personel militer AS di Okinawa tak boleh berada di luar pangkalan sejak pukul 11 malam hingga 5 subuh.
"Karena jam malam itu berlaku, ada beberapa perilaku buruk lainnya dan kejahatan yang dilakukan oleh anggota layanan AS. Tapi, kami siap berhadapan dengan masing-masing dari mereka," kata Angelella.
Ia mengaku akan menerapkan hukum militer pada tiap pelanggaran yang terjadi. "Kami benar-benar memiliki sistem pengadilan militer yang akan kami gunakan," kata Angelella. "Jika anggota layanan AS dituduh melakukan kejahatan, seperti pelanggaran atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kami akan menerapkan Peradilan Militer,” lanjutnya.
Ia juga memastikan, bahwa anggota personel pendukung militer AS yang bermasalah, sudah dikirim kembali ke AS untuk menjalani pelatihan ulang. Pada awal bulan ini, Angelella telah mengeluarkan peraturan, bahwa personel militer AS dilarang meminum alkohol di luar pangkalan militer.
“Prajurit AS yang melakukan kejahatan dan pelanggaran di Jepang telah dihukum oleh militer AS. Kami akan menyikapi secara serius perilaku buruk apapun yang dilakukan oleh pasukan AS,” ujar Angelella.
Pada Oktober lalu, dua prajurit AS melakukan tindakan perkosaan terhadap seorang wanita Jepang di Okinawa. Usai kejadian ini, militer AS memberlakukan jam malam bagi anggotanya di Okinawa. Semua personel militer AS di Okinawa tak boleh berada di luar pangkalan sejak pukul 11 malam hingga 5 subuh.
"Karena jam malam itu berlaku, ada beberapa perilaku buruk lainnya dan kejahatan yang dilakukan oleh anggota layanan AS. Tapi, kami siap berhadapan dengan masing-masing dari mereka," kata Angelella.
Ia mengaku akan menerapkan hukum militer pada tiap pelanggaran yang terjadi. "Kami benar-benar memiliki sistem pengadilan militer yang akan kami gunakan," kata Angelella. "Jika anggota layanan AS dituduh melakukan kejahatan, seperti pelanggaran atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kami akan menerapkan Peradilan Militer,” lanjutnya.
Ia juga memastikan, bahwa anggota personel pendukung militer AS yang bermasalah, sudah dikirim kembali ke AS untuk menjalani pelatihan ulang. Pada awal bulan ini, Angelella telah mengeluarkan peraturan, bahwa personel militer AS dilarang meminum alkohol di luar pangkalan militer.
(esn)