Korsel ajak Jepang kerja sama atasi ancaman Korut
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:36 WIB
Korsel ajak Jepang kerja sama atasi ancaman Korut
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengajak Pemerintah Jepang bekerjasama untuk mengatasi ancaman Korea Utara (Korut), negara komunis yang terus mengejar kepentingan nasionalnya untuk mengembangkan teknologi nulir.
"Jepang harus bekerjasama dengan Korsel untuk mengatasi ancaman nuklir Korut," ungkap Presiden Korsel, Lee Myung Bak setelah menerima kedatangan Koro Bessho, Duta Besar baru Jepang untuk Korut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korsel, Kim Sung-hwan mengatakan, jika Korut berniat meneruskan rencana peluncuran roket, maka hal ini merupakan ancaman serius pada pertahanan Korsel.
"Peluncuran roket Korut akan menimbulkan ancaman serius. Pemerintah Korsel dengan bijaksana akan menanggapi rencana itu, serta menjamin keselamatan warga yang bermukim di Komplek Industri Kaesong," ungkap Sung-hwan.
Sung-hwan menambahkan, peluncuran roket tersebut akan mengancam keselamatan lebih dari 50 ribu warga Korut bekerja di 123 perusahaan Korea Selatan.
Seperti diketahui, Korut mengaku akan meluncurkan roket untuk menempatkan satelit ke orbit bumi pada 10 dan 22 Desember mendatang. Kemarin, Korut dilaporkan telah menyelesaikan tiga tahap peluncuran roket jarak jauh di landasan peluncuran di daerah Dongchang-ri. Rampungnya tiga tahap ini merupakan pertanda kalau Korut siap meluncurkan roket.
"Jepang harus bekerjasama dengan Korsel untuk mengatasi ancaman nuklir Korut," ungkap Presiden Korsel, Lee Myung Bak setelah menerima kedatangan Koro Bessho, Duta Besar baru Jepang untuk Korut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korsel, Kim Sung-hwan mengatakan, jika Korut berniat meneruskan rencana peluncuran roket, maka hal ini merupakan ancaman serius pada pertahanan Korsel.
"Peluncuran roket Korut akan menimbulkan ancaman serius. Pemerintah Korsel dengan bijaksana akan menanggapi rencana itu, serta menjamin keselamatan warga yang bermukim di Komplek Industri Kaesong," ungkap Sung-hwan.
Sung-hwan menambahkan, peluncuran roket tersebut akan mengancam keselamatan lebih dari 50 ribu warga Korut bekerja di 123 perusahaan Korea Selatan.
Seperti diketahui, Korut mengaku akan meluncurkan roket untuk menempatkan satelit ke orbit bumi pada 10 dan 22 Desember mendatang. Kemarin, Korut dilaporkan telah menyelesaikan tiga tahap peluncuran roket jarak jauh di landasan peluncuran di daerah Dongchang-ri. Rampungnya tiga tahap ini merupakan pertanda kalau Korut siap meluncurkan roket.
(esn)