Hamas akan bangun Departemen Pertahanan pertama di Palestina
Kamis, 06 Desember 2012 - 15:58 WIB
Hamas akan bangun Departemen Pertahanan pertama di Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Konflik bersenjata terakhir dengan militer Israel bulan lalu, telah memberi pelajaran bagi Hamas. “Kami telah menarik kesimpulan dalam menanggapi Operasi Pilar Pertahan Israel, dalam konflik lalu. Untuk menghindari perkembangan negatif, kami akan membangun Kementerian Pertahanan di Jalur Gaza,” kata Menteri Dalam Negeri Hamas, Fathi Hammad, seperti dikutip dari Jpost, Rabu (5/12/2012).
Jika rencana itu benar-benar dijalankan, maka ini akan menjadi Departemen Pertahanan pertama yang dimiliki Palestina. Hammad tidak mengatakan kapan kementerian baru itu akan dibentuk di Jalur Gaza. Ia hanya menjanjikan, Departemen Pertahanan ini akan membangun sistem pertahanan yang kuat di Jalur Gaza.
"Para analis Israel masih berbicara tentang kegagalan mereka dan runtuhnya sistem keamanan mereka dalam menghadapi kami. Hamas telah menempuh langkah psikologis dan menggunakan kekuatan media untuk mengalahkan Israel,” jelas Hammad.
Meski kondisi saat ini realtif tenang dan Palestina sudah mendapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB, namun Hamas tetap bersiap untuk menghadapi agresi militer Israel. “Perang berikutnya melawan Israel bisa lebih dahysat. Tapi, kami bertekad untuk membebaskan Palestina," tegas Hammad.
Belum ada tanggapan dari Otoritas Palestian di Tepi Barat atas rencana Hamas ini. Otoritas Palestina di Tepi Barat memang belum memiliki Departemen Pertahanan. Mereka hanya memiliki Kementerian Dalam Negeri yang membawahi aparat keamanan di Tepi Barat.
Jika rencana itu benar-benar dijalankan, maka ini akan menjadi Departemen Pertahanan pertama yang dimiliki Palestina. Hammad tidak mengatakan kapan kementerian baru itu akan dibentuk di Jalur Gaza. Ia hanya menjanjikan, Departemen Pertahanan ini akan membangun sistem pertahanan yang kuat di Jalur Gaza.
"Para analis Israel masih berbicara tentang kegagalan mereka dan runtuhnya sistem keamanan mereka dalam menghadapi kami. Hamas telah menempuh langkah psikologis dan menggunakan kekuatan media untuk mengalahkan Israel,” jelas Hammad.
Meski kondisi saat ini realtif tenang dan Palestina sudah mendapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB, namun Hamas tetap bersiap untuk menghadapi agresi militer Israel. “Perang berikutnya melawan Israel bisa lebih dahysat. Tapi, kami bertekad untuk membebaskan Palestina," tegas Hammad.
Belum ada tanggapan dari Otoritas Palestian di Tepi Barat atas rencana Hamas ini. Otoritas Palestina di Tepi Barat memang belum memiliki Departemen Pertahanan. Mereka hanya memiliki Kementerian Dalam Negeri yang membawahi aparat keamanan di Tepi Barat.
(esn)