Hamas tak akan serahkan sejengkalpun tanah pada Israel
Kamis, 06 Desember 2012 - 15:55 WIB
Hamas tak akan serahkan sejengkalpun tanah pada Israel
A
A
A
Sindonews.com – Peningkatan status Palestina di PBB menjadi Negara Pengamat Non Anggota telah membuat Israel meradang. Negara Yahudi ini menganggap hal ini sebagai pengingkaran perjanjian damai antara Israel-Palestina. Karenanya, Israel pun membalasnya dengan rencana pembangunan ribuan rumah di wilayah E-1.
Palestina sangat prihatin dengan rencana pembangunan lebih dari 7.500 apartemen dan ratusan apartemen di tepi Timur dan Selatan Jerusalem. Pemukiman inilah yang dikenal sebagai E-1 dan Hamatos Givat.
Sejumlah pengamat menyatakan, pembangunan pemukiman ini akan memotong jalur tradisional Arab, dari Timur Jerusalem ke Tepi Barat yang dikuasai Palestina. Pembangunan pemukiman ini juga akan menghancurkan harapan terciptanya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota bersama.
Sementara itu, Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan kepada delegasi Mesir, bahwa Hamas tidak akan pernah menyerahkan satu jengkalpun tanah Palestina kepada kaum zionis. “Satu-satunya cara untuk membebaskan Palestina adalah melalui perlawanan jihad dan ketabahan," kata Haniyeh, seperti dikutip dari Jpost, Kamis (6/12/2012).
Haniyeh juga memuji peran Mesir dalam mendukung Hamas dan Palestina. "Hari ini Mesir menulis ulang sejarah bangsa Arab dan Islam secara keseluruhan," tambah pemimpin Hamas itu. "Mesir telah mulai kembali ke perannya dalam memimpin bangsa Arab, setelah bertahun-tahun disia-siakan,” lanjutnya.
Palestina sangat prihatin dengan rencana pembangunan lebih dari 7.500 apartemen dan ratusan apartemen di tepi Timur dan Selatan Jerusalem. Pemukiman inilah yang dikenal sebagai E-1 dan Hamatos Givat.
Sejumlah pengamat menyatakan, pembangunan pemukiman ini akan memotong jalur tradisional Arab, dari Timur Jerusalem ke Tepi Barat yang dikuasai Palestina. Pembangunan pemukiman ini juga akan menghancurkan harapan terciptanya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota bersama.
Sementara itu, Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan kepada delegasi Mesir, bahwa Hamas tidak akan pernah menyerahkan satu jengkalpun tanah Palestina kepada kaum zionis. “Satu-satunya cara untuk membebaskan Palestina adalah melalui perlawanan jihad dan ketabahan," kata Haniyeh, seperti dikutip dari Jpost, Kamis (6/12/2012).
Haniyeh juga memuji peran Mesir dalam mendukung Hamas dan Palestina. "Hari ini Mesir menulis ulang sejarah bangsa Arab dan Islam secara keseluruhan," tambah pemimpin Hamas itu. "Mesir telah mulai kembali ke perannya dalam memimpin bangsa Arab, setelah bertahun-tahun disia-siakan,” lanjutnya.
(esn)