Iran kuras data dari drone AS yang tertangkap
Rabu, 05 Desember 2012 - 21:57 WIB
Iran kuras data dari drone AS yang tertangkap
A
A
A
Sindonews.com - Iran telah memperoleh data dari pesawat tanpa (drone) Amerika Serikat (AS) yang tertangkap pada Selasa 4 Desember lalu. Pengungkapan data ini menunjukan, kalau drone AS itu memang telah memata-matai situs militer dan pangkalan minyak Iran.
"Kami telah sepenuhnya menguras informasi dari drone itu. Drone itu mengumpulkan informasi militer dan memata-matai transfer minyak dari kilang minyak Iran," kata Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/12/2012).
Pemerintah AS ingin memblokir ekspor minyak Iran sebagai sanksi bagi negara itu. Tindakan ini dilakukan untuk menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya. AS dan sekutunya menuding, program nuklir itu bertujuan untuk mengembangkan bom nuklir. Tudingan yang dibantah keras oleh Iran.
Drone itu lalu ditangkap oleh unit Angkatan Laut Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Laporan ini tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan drone itu dan kapan drone itu ditangkap. "Ini adalah jenis drone yang biasanya diluncurkan dari kapal-kapal besar," kata Ali Fadavi, Komandan Angkatan Laut IRGC.
AS sendiri membantah ada drone milik mereka yang ditangkap Iran. Angkatan Laut AS menyatakan, tak ada drone milik mereka yang hilang. “"Angkatan Laut AS memiliki kontrol penuh atas setiap kendaraan tak berawak yang kami operasikan di Timur Tengah," kata Jason Salata, Komandan Armada ke-5 AS di Bahrain yang mengelola aset AL AS di wilayah tersebut.
"Kami telah sepenuhnya menguras informasi dari drone itu. Drone itu mengumpulkan informasi militer dan memata-matai transfer minyak dari kilang minyak Iran," kata Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/12/2012).
Pemerintah AS ingin memblokir ekspor minyak Iran sebagai sanksi bagi negara itu. Tindakan ini dilakukan untuk menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya. AS dan sekutunya menuding, program nuklir itu bertujuan untuk mengembangkan bom nuklir. Tudingan yang dibantah keras oleh Iran.
Drone itu lalu ditangkap oleh unit Angkatan Laut Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Laporan ini tak menjelaskan bagaimana proses penangkapan drone itu dan kapan drone itu ditangkap. "Ini adalah jenis drone yang biasanya diluncurkan dari kapal-kapal besar," kata Ali Fadavi, Komandan Angkatan Laut IRGC.
AS sendiri membantah ada drone milik mereka yang ditangkap Iran. Angkatan Laut AS menyatakan, tak ada drone milik mereka yang hilang. “"Angkatan Laut AS memiliki kontrol penuh atas setiap kendaraan tak berawak yang kami operasikan di Timur Tengah," kata Jason Salata, Komandan Armada ke-5 AS di Bahrain yang mengelola aset AL AS di wilayah tersebut.
(esn)