Israel hancurkan masjid di Tepi Barat
Selasa, 04 Desember 2012 - 21:17 WIB
Israel hancurkan masjid di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Israel dengan menumpang kendaraan militer merobohkan satu-satu masjid di Desa Mafqarra, dekat Kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (4/12/2012). Menurut laporan Radio Israel, masjid itu dibangun tanpa izin. Penduduk desa mengatakan, ini adalah kali kedua pasukan Israel menghancurkan masjid di desa itu.
Masjid ini terdiri dari dua lantai, di mana lantai dua diperuntukan bagi sekolah taman kanak-kanak. Penghancuran masjid ini dilakukan agar Israel tetap bisa mempertahankan keamanan dan kontrol administrasi di Area C Tepi Barat
Menurut perjanjian damai Oslo yang ditandatangani pada 1993, Tepi Barat dibagi dalam daerah A, B, dan C. Kamel Hmaid, Gubernur Hebron, mengutuk penghancuran masjid ini. "Ini adalah hukuman kolektif," katanya kepada Xinhua.
Dia mencatat, bahwa penghancuran masjid itu dilakukan setelah kunjungan diplomat Uni Eropa ke Desa Mafqarra. “Tindakan penghancuran masjid ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan Israel terhadap negara-negara yang berdiri di samping hak Palestina," lanjut Hmaid.
Menurutnya, Israel telah mengirimkan pesan kepada dunia, bahwa mereka menentang peningkatan status Palestina di PBB. Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu telah menyetujui peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota.
Sementara itu, pada waktu yang sama di Kota Nablus, militer Israel menangkap delapan orang warga Palestina. Penangkapan ini adalah bagian dari penggerebekan yang dilakukan Israel di wilayah yang dikuasai Palestina di Tepi Barat.
Masjid ini terdiri dari dua lantai, di mana lantai dua diperuntukan bagi sekolah taman kanak-kanak. Penghancuran masjid ini dilakukan agar Israel tetap bisa mempertahankan keamanan dan kontrol administrasi di Area C Tepi Barat
Menurut perjanjian damai Oslo yang ditandatangani pada 1993, Tepi Barat dibagi dalam daerah A, B, dan C. Kamel Hmaid, Gubernur Hebron, mengutuk penghancuran masjid ini. "Ini adalah hukuman kolektif," katanya kepada Xinhua.
Dia mencatat, bahwa penghancuran masjid itu dilakukan setelah kunjungan diplomat Uni Eropa ke Desa Mafqarra. “Tindakan penghancuran masjid ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan Israel terhadap negara-negara yang berdiri di samping hak Palestina," lanjut Hmaid.
Menurutnya, Israel telah mengirimkan pesan kepada dunia, bahwa mereka menentang peningkatan status Palestina di PBB. Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu telah menyetujui peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota.
Sementara itu, pada waktu yang sama di Kota Nablus, militer Israel menangkap delapan orang warga Palestina. Penangkapan ini adalah bagian dari penggerebekan yang dilakukan Israel di wilayah yang dikuasai Palestina di Tepi Barat.
(esn)