Hamas dan Fatah akan bertemu di Kairo
Selasa, 04 Desember 2012 - 17:42 WIB
Hamas dan Fatah akan bertemu di Kairo
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komite Sentral Fatah, Nabil Sha'ath, menyatakan rasa optimisnya mengenai prospek persatuan dengan Hamas. Menurutnya, Otoritas Palestina di Tepi Barat siap untuk menjalin kemitraan penuh dengan Hamas dalam setiap gerakan politik di masa depan.
“Hamas dan Fatah akan segera bertemu di Kairo, Mesir, untuk membahas cara untuk mengakhiri perselisihan mereka,” kata Sha’ath, Selasa (4/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Sha'ath mengatakan, pemimpin Fatah dan Hamas telah menyuarakan rasa puas atas partisipasi pengikut mereka dalam perayaan bersama dan unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama dua pekan terakhir.
Anggota Komite Eksekutif PLO, Wasel Abu Yusuf mengatakan, saat ini Fatah dan Hamas sedang menunggu undangan dari Presiden Mesir, Mohamed Morsi untuk mengadakan pembicaraan rekonsiliasi di Kairo.
“Mesir telah mengerahkan tekanan berat pada kedua belah pihak untuk mengakhiri perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan Palestina,” kata Yusuf.
Meski sudah menyatakan bakal mengakhiri pertikaian, namun masih ada riak-riak kecil yang menghalangi usaha rekonsiliasi itu. Pada Senin (3/12/2012), Hamas menyatakan bahwa Otoritas Palestina telah menangkap dua orang pendukung Hamas di Tepi Barat.
“Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pendukung Hamas juga dipanggil dan diinterogasi oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina,” sebut pernyataan Hamas.
Ra'fat Naseef, seorang pejabat senior Hamas di Jalur Gaza, memperingatkan pimpinan Otoritas Palestina di Tepi Barat soal penangkapan ini. “Meski rencana untuk melakukan pembicaraan menuju rekonsiliasi memberi sinyal positif, tapi Otoritas Palestina terus melakukan penangkapan pendukung Hamas. Tindakan ini akan jadi hambatan dalam perjalanan untuk mencapai persatuan Palestina,” papar Naseef.
“Hamas dan Fatah akan segera bertemu di Kairo, Mesir, untuk membahas cara untuk mengakhiri perselisihan mereka,” kata Sha’ath, Selasa (4/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Sha'ath mengatakan, pemimpin Fatah dan Hamas telah menyuarakan rasa puas atas partisipasi pengikut mereka dalam perayaan bersama dan unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama dua pekan terakhir.
Anggota Komite Eksekutif PLO, Wasel Abu Yusuf mengatakan, saat ini Fatah dan Hamas sedang menunggu undangan dari Presiden Mesir, Mohamed Morsi untuk mengadakan pembicaraan rekonsiliasi di Kairo.
“Mesir telah mengerahkan tekanan berat pada kedua belah pihak untuk mengakhiri perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan Palestina,” kata Yusuf.
Meski sudah menyatakan bakal mengakhiri pertikaian, namun masih ada riak-riak kecil yang menghalangi usaha rekonsiliasi itu. Pada Senin (3/12/2012), Hamas menyatakan bahwa Otoritas Palestina telah menangkap dua orang pendukung Hamas di Tepi Barat.
“Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pendukung Hamas juga dipanggil dan diinterogasi oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina,” sebut pernyataan Hamas.
Ra'fat Naseef, seorang pejabat senior Hamas di Jalur Gaza, memperingatkan pimpinan Otoritas Palestina di Tepi Barat soal penangkapan ini. “Meski rencana untuk melakukan pembicaraan menuju rekonsiliasi memberi sinyal positif, tapi Otoritas Palestina terus melakukan penangkapan pendukung Hamas. Tindakan ini akan jadi hambatan dalam perjalanan untuk mencapai persatuan Palestina,” papar Naseef.
(esn)