Hamas ajak Fatah sama-sama perangi Israel
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:31 WIB
Hamas ajak Fatah sama-sama perangi Israel
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Hamas Mahmoud Zahar menyerukan Fatah untuk bergabung dengan gerakannya dalam perang melawan Israel. Zahar juga meminta Fatah untuk berhenti membuang-buang waktu dan usaha dengan mengupayakan proses perdamaian dengan negara Yahudi itu.
“Tangan kami terbuka lebar bagi Fatah untuk bergabung dengan program ketahanan (bersenjata) dan pembebasan Palestina," ujar Zahar dalam sebuah aksi penggalangan masa pendukung Hamas di Gaza, Senin (3/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Seruan Zahar ini adalah upaya di kalangan faksi di Palestina untuk mengakhiri perbedaan di antara mereka dan mencapai rekonsiliasi nasional.
"Datang dan bergabung dengan program perlawanan dan berhenti membuang-buang waktu dan usaha. Mari kita bergandengan tangan dan mengangkat senapan bersama-sama," lanjut Zahar.
Menurut Zahar, dunia internasional dan negara-negara Barat telah memiliki pemahaman berbeda terhadap perjuangan senjata yang dilakukan Hamas.
"Mereka (dunia Barat) tidak lagi melihat kami sebagai teroris dan pembunuh yang tidak menghormati perempuan dan anak-anak dan yang hanya mencintai darah," kata Zahar. "Perwakilan negara Barat datang ke Jalur Gaza dan melihat bahwa kami adalah salah satu orang yang paling beradab," tandasnya.
Sementara itu di Ramallah, Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, bahwa prioritas utamanya saat ini adalah untuk mengakhiri persaingan dengan Hamas. “Saya tidak melihat ada alasan mengapa kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai penyelenggaraan pemilu presiden dan parlemen,” lanjutnya.
Selama ini, perbedaan pendapat di kalangan faksi-faksi di Palestina memang jadi persoalan tersendiri bagi negara itu. Abbas yang naik ke kursi Presiden dengan dukungan Fatah, dinilai tak memiliki kekuasaan di Jalur Gaza, daerah yang dikuasai Hamas.
“Tangan kami terbuka lebar bagi Fatah untuk bergabung dengan program ketahanan (bersenjata) dan pembebasan Palestina," ujar Zahar dalam sebuah aksi penggalangan masa pendukung Hamas di Gaza, Senin (3/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Seruan Zahar ini adalah upaya di kalangan faksi di Palestina untuk mengakhiri perbedaan di antara mereka dan mencapai rekonsiliasi nasional.
"Datang dan bergabung dengan program perlawanan dan berhenti membuang-buang waktu dan usaha. Mari kita bergandengan tangan dan mengangkat senapan bersama-sama," lanjut Zahar.
Menurut Zahar, dunia internasional dan negara-negara Barat telah memiliki pemahaman berbeda terhadap perjuangan senjata yang dilakukan Hamas.
"Mereka (dunia Barat) tidak lagi melihat kami sebagai teroris dan pembunuh yang tidak menghormati perempuan dan anak-anak dan yang hanya mencintai darah," kata Zahar. "Perwakilan negara Barat datang ke Jalur Gaza dan melihat bahwa kami adalah salah satu orang yang paling beradab," tandasnya.
Sementara itu di Ramallah, Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, bahwa prioritas utamanya saat ini adalah untuk mengakhiri persaingan dengan Hamas. “Saya tidak melihat ada alasan mengapa kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai penyelenggaraan pemilu presiden dan parlemen,” lanjutnya.
Selama ini, perbedaan pendapat di kalangan faksi-faksi di Palestina memang jadi persoalan tersendiri bagi negara itu. Abbas yang naik ke kursi Presiden dengan dukungan Fatah, dinilai tak memiliki kekuasaan di Jalur Gaza, daerah yang dikuasai Hamas.
(esn)