12 aktivis Fatah kembali ke Jalur Gaza
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:29 WIB
12 aktivis Fatah kembali ke Jalur Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Pasca peningkatan status Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB, faksi-faksi di Palestina memang berjanji untuk bekerja keras mengakhiri perpecahan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Pemimpin Hamas dan Fatah mengaku akan saling mengupayakan terciptanya persatuan di antara mereka. Sebagai tanda itikad baik, pemerintahan Hamas telah memperbolehkan 17 aktivis Fatah yang melarikan diri dari Jalur Gaza ke Mesir lima tahun yang lalu, untuk kembali ke rumah mereka di Gaza.
Para aktivis Fatah ini melarikan diri selama pertempuran yang meletus antara Fatah dan Hamas pada 2007 silam. Pertempuran sesama faksi Palestina ini berbuntut pada pengambilalihan kekuasan di Jalur Gaza oleh Hamas.
“Keputusan itu ditujukan untuk membuka jalan bagi terciptanya suasana yang positif, guna mencapai rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan antara kedua pihak yang bersaing (Hamas dan Fatah),” kata pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, Selasa (4/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Pada Senin (3/12/2012), 12 aktivis Fatah akhirnya memutuskan kembali ke Jalur Gaza. Nabil Sha'ath, seorang anggota Komite Sentral Fatah, menyatakan rasa optimismenya mengenai prospek mencapai persatuan dengan Hamas.
Sebagai balasan nita baik Hamas ini, Fatah yang berkuasa di Tepi Barat, membebaskan sejumlah anggota Hamas.
“Otoritas Palestina telah merilis sejumlah anggota Hamas dari penjara di Tepi Barat. Otoritas Palestina juga telah memutuskan untuk membuka kembali kantor Hamas di Tepi Barat, yang sebelumnya telah ditutup untuk alasan keamanan,” kata Sha'ath.
Pemimpin Hamas dan Fatah mengaku akan saling mengupayakan terciptanya persatuan di antara mereka. Sebagai tanda itikad baik, pemerintahan Hamas telah memperbolehkan 17 aktivis Fatah yang melarikan diri dari Jalur Gaza ke Mesir lima tahun yang lalu, untuk kembali ke rumah mereka di Gaza.
Para aktivis Fatah ini melarikan diri selama pertempuran yang meletus antara Fatah dan Hamas pada 2007 silam. Pertempuran sesama faksi Palestina ini berbuntut pada pengambilalihan kekuasan di Jalur Gaza oleh Hamas.
“Keputusan itu ditujukan untuk membuka jalan bagi terciptanya suasana yang positif, guna mencapai rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan antara kedua pihak yang bersaing (Hamas dan Fatah),” kata pernyataan Kementerian Dalam Negeri Hamas, Selasa (4/12/2012), seperti dikutip dari Jpost.
Pada Senin (3/12/2012), 12 aktivis Fatah akhirnya memutuskan kembali ke Jalur Gaza. Nabil Sha'ath, seorang anggota Komite Sentral Fatah, menyatakan rasa optimismenya mengenai prospek mencapai persatuan dengan Hamas.
Sebagai balasan nita baik Hamas ini, Fatah yang berkuasa di Tepi Barat, membebaskan sejumlah anggota Hamas.
“Otoritas Palestina telah merilis sejumlah anggota Hamas dari penjara di Tepi Barat. Otoritas Palestina juga telah memutuskan untuk membuka kembali kantor Hamas di Tepi Barat, yang sebelumnya telah ditutup untuk alasan keamanan,” kata Sha'ath.
(esn)