PM Hamas berharap bantuan untuk rekonstruksi
Selasa, 04 Desember 2012 - 10:30 WIB
PM Hamas berharap bantuan untuk rekonstruksi
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh menghimbau negara-negara Arab dan negara sahabat lain untuk memberikan bantuan untuk rekonstruksi Jalur Gaza. Diperkirakan, biaya yang diperlukan untuk memperbaiki seluruh infrastruktur yang rusak akibat serangan militer Israel mencapai USD250-545 juta.
"Kami mendesak saudara-saudara Arab dan masyarakat internasional untuk berdiri di samping rakyat Palestina dan Gaza, agar kamia bisa merekonstruksi apa yang telah dihancurkan oleh Israel dan merehabilitasi infrastruktur," kata Haniyeh pada kantor berita Reuters, Senin (3/12/2012).
Menurut Haniyeh, sebelum serangan Israel bulan lalu, Gaza masih berusaha memulihkan diri dari kehancuran akibat perang tiga pekan dengan militer Israel pada Desember 2008-Januari 2009.
Negara-negara donor telah menjanjikan USD4,8 miliar untuk rekonstruksi pada 2009. Namun, hanya sedikit dari dana yang dijanjikan mengucur. Beberapa pekan sebelum pertikaian kembali meletus pada bulan lalu, Qatar sempat menjanjikan bantuan USD400 juta.
Saat ini, banyak bangunan dan infrastuktur lainnya di Gaza yang hancur akibat serangan udara Israel. Sejumlah fasilitas umum dan sekolah juga hancur. Serangan selama 8 hari itu menewaskan 180 warga Palestina, separuh dari korban adalah warga sipil.
"Kami mendesak saudara-saudara Arab dan masyarakat internasional untuk berdiri di samping rakyat Palestina dan Gaza, agar kamia bisa merekonstruksi apa yang telah dihancurkan oleh Israel dan merehabilitasi infrastruktur," kata Haniyeh pada kantor berita Reuters, Senin (3/12/2012).
Menurut Haniyeh, sebelum serangan Israel bulan lalu, Gaza masih berusaha memulihkan diri dari kehancuran akibat perang tiga pekan dengan militer Israel pada Desember 2008-Januari 2009.
Negara-negara donor telah menjanjikan USD4,8 miliar untuk rekonstruksi pada 2009. Namun, hanya sedikit dari dana yang dijanjikan mengucur. Beberapa pekan sebelum pertikaian kembali meletus pada bulan lalu, Qatar sempat menjanjikan bantuan USD400 juta.
Saat ini, banyak bangunan dan infrastuktur lainnya di Gaza yang hancur akibat serangan udara Israel. Sejumlah fasilitas umum dan sekolah juga hancur. Serangan selama 8 hari itu menewaskan 180 warga Palestina, separuh dari korban adalah warga sipil.
(esn)