Filipina bersiap hadapi terjangan Topan Bopha
Senin, 03 Desember 2012 - 22:45 WIB
Filipina bersiap hadapi terjangan Topan Bopha
A
A
A
Sindonews.com – Filipina bersiap menghadapi terjangan badai. Topan Bopha yang memiliki kecepatan angin hingga 175-210 km per jam, diprediksi akan menerpa wilayah Selatan Mindanao pada Selasa (4/12/2012) pagi.
Menghadapi ancaman badai ini, Presiden Filipina Benigno Aquino, menyerukan warga Filipina yang berada di jalur badai untuk segera mengungsi. Aquino meminta pemerintah otoritas di wilayah pesisir dan pengunungan untuk mengevakuasi penduduk, sebelum badai menerjang wilayah mereka.
“Badai ini memiliki potensi menghancurkan dan ini bukan lelucon,” kata Aquino dalam pidato di televisi dan radio nasional, Senin (3/12/2012). Ia meminta penduduk untuk mengikuti himbauan ini. Hal ini perlu dilakukan untuk menhindari jatuhnya korban hingga ribuan jiwa, seperti yang terjadi pada badai tahun lalu.
"Ini adalah topan terkuat yang melanda negara kita pada 2012. Saya mengharapkan Anda untuk bekerja sama untuk menghindari kerugian," kata Aquino. “Awan badai yang terbentang di wilayah seluas 600 km akan membawa hujan deras yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor,” lanjutnya.
Pemerintah Filipina telah melarang pelayaran kapal feri, melarang nelayan pergi melaut, menutup sekolah, dan menangguhkan operasi pertambangan dalam skala kecil. Penampungan darurat telah didirikan dan tentara, polisi, serta pekerja darurat mengevakuasi seluruh wilayah pesisir di beberapa daerah.
Menghadapi ancaman badai ini, Presiden Filipina Benigno Aquino, menyerukan warga Filipina yang berada di jalur badai untuk segera mengungsi. Aquino meminta pemerintah otoritas di wilayah pesisir dan pengunungan untuk mengevakuasi penduduk, sebelum badai menerjang wilayah mereka.
“Badai ini memiliki potensi menghancurkan dan ini bukan lelucon,” kata Aquino dalam pidato di televisi dan radio nasional, Senin (3/12/2012). Ia meminta penduduk untuk mengikuti himbauan ini. Hal ini perlu dilakukan untuk menhindari jatuhnya korban hingga ribuan jiwa, seperti yang terjadi pada badai tahun lalu.
"Ini adalah topan terkuat yang melanda negara kita pada 2012. Saya mengharapkan Anda untuk bekerja sama untuk menghindari kerugian," kata Aquino. “Awan badai yang terbentang di wilayah seluas 600 km akan membawa hujan deras yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor,” lanjutnya.
Pemerintah Filipina telah melarang pelayaran kapal feri, melarang nelayan pergi melaut, menutup sekolah, dan menangguhkan operasi pertambangan dalam skala kecil. Penampungan darurat telah didirikan dan tentara, polisi, serta pekerja darurat mengevakuasi seluruh wilayah pesisir di beberapa daerah.
(esn)