Granat sisa perang Vietnam tewaskan empat anak
Senin, 03 Desember 2012 - 16:51 WIB
Granat sisa perang Vietnam tewaskan empat anak
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah granat sisa perang Vietnam menewaskan empat anak dan melukai empat warga desa lainnya di Provinsi Vinh Long, Vietnam, Senin (3/12/2012). Granat ini meledak di sebuah pesta keluarga.
Saat pesta keluarga berlangsung, anak-anak menemukan granat ini. "Anak-anak memungut granat ini dan melemparkannya. Tindakan ini memicu ledakan," kata Luong Van Tri, seorang anggota polisi setempat pada kantor berita AFP.
Saat peristiwa terjadi, orang dewasa dalam keluarga itu tengah berada di dalam rumah, sehingga tidak melihat anak-anak bermain dengan granat.
“Korban yang tewas terdiri dari seorang anak perempuan dan tiga laki-laki berusia antara 4-11 tahun. Sedangkan korban terluka adalah dua orang pria dan dua anak berusia 2 dan 12 tahun. Mereka terluka parah,” lanjutnya.
Sebenarnya, granat ini sudah lama ditemukan, namun tak dilaporkan kepada pihak berwenang. “Beberapa tahun lalu, si pemilik rumah tempat pesta ini berlangsung menemukan granat buatan Amerika Serikat ini. Tapi, ia tak melaporkannya pada polisi. Ia meninggalkan granat ini di samping pohon bambu di kebun belakang,” jelas Tri.
Ini bukan kejadian pertama di Vietnam. Sejak era perang Vietnam berakhir, sudah 42 ribu orang tewas dan 62 ribu lainnya terluka akibat amunisi sisa perang, baik granat maupun ranjau darat. Pemerintah Vietnam mengaku membutuhkan dana lebih dari USD1,6 miliar untuk 1,3 juta hektar lahan di Vietnam dan terkontaminasi amunisi perang.
Saat pesta keluarga berlangsung, anak-anak menemukan granat ini. "Anak-anak memungut granat ini dan melemparkannya. Tindakan ini memicu ledakan," kata Luong Van Tri, seorang anggota polisi setempat pada kantor berita AFP.
Saat peristiwa terjadi, orang dewasa dalam keluarga itu tengah berada di dalam rumah, sehingga tidak melihat anak-anak bermain dengan granat.
“Korban yang tewas terdiri dari seorang anak perempuan dan tiga laki-laki berusia antara 4-11 tahun. Sedangkan korban terluka adalah dua orang pria dan dua anak berusia 2 dan 12 tahun. Mereka terluka parah,” lanjutnya.
Sebenarnya, granat ini sudah lama ditemukan, namun tak dilaporkan kepada pihak berwenang. “Beberapa tahun lalu, si pemilik rumah tempat pesta ini berlangsung menemukan granat buatan Amerika Serikat ini. Tapi, ia tak melaporkannya pada polisi. Ia meninggalkan granat ini di samping pohon bambu di kebun belakang,” jelas Tri.
Ini bukan kejadian pertama di Vietnam. Sejak era perang Vietnam berakhir, sudah 42 ribu orang tewas dan 62 ribu lainnya terluka akibat amunisi sisa perang, baik granat maupun ranjau darat. Pemerintah Vietnam mengaku membutuhkan dana lebih dari USD1,6 miliar untuk 1,3 juta hektar lahan di Vietnam dan terkontaminasi amunisi perang.
(esn)