Polisi Bangladesh tembakan peluru karet untuk bubarkan demo

Minggu, 02 Desember 2012 - 19:27 WIB
Polisi Bangladesh tembakan...
Polisi Bangladesh tembakan peluru karet untuk bubarkan demo
A A A
Sindonews.com – Polisi anti huru-hara Bangladesh terpaksa menembakan peluru karet dan gas air mata ketika terlibat bentrokan dengan ribuan pekerja di negara itu, Minggu (2/12/2012). Aksi demonstrasi ini adalah buntut dari kebakaran dahsyat yang melanda Tazreen, sebuah pabrik garmen di sebelah Utara Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, akhir pekan lalu.

Kebakaran itu menyebabkan 110 pekerja pabrik tewas. Ini adalah kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Bangladesh. Sehari setelah kebakaran, buruh sudah langsung menggelar aksi demo. Mereka meminta pemilik pabrik bertanggungjawab.

Hari ini, aksi demo kembali berlangsung, setelah sejumlah pekerja pabrik dipecat. “Pemecatan sejumlah pekerja pabrik memicu terjadinya aksi demo hari ini. Kami menembakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan mereka,” ujar Wakil Direktur Polisi, Baser Uddin.

Uddin menjelaskan, pengunjuk rasa memblokir jalan raya utama, membakar ban, dan perkakas lainnya. Para pengunjuk rasa juga melempari polisi dengan batu. Aksi ini membuat kawasan pabrik di Utara Dhaka tak ubahnya medan pertempuran.

Para pekerja pabrik Tazreen ikut ambil bagian dalam aksi ini. Mereka menuntut upah dan keadilan bagi para korban kebakaran. "Para pekerja Tazreen diberitahu, bahwa gaji mereka akan dibayar pada akhir November, namun pemilik pabrik tak memenuhi janjinya. Bahkan, hingga kini mereka belum mendapat upah mereka,” lanjut Uddin.

Puluhan pabrik di kawasan itu langsung meliburkan karyawan mereka. Pabrik-pabrik tersebut takut aksi demo akan menyebar dan menjadi pergolakan kaum buruh dengan skala besar.
(esn)
Berita Terkait
Mirip di Indonesia,...
Mirip di Indonesia, Begini Suasana Mudik di Bangladesh
Bangladesh Diharapkan...
Bangladesh Diharapkan Menjalani Transisi ke Pemerintahan Baru dengan Damai
Depot Kontainer Meledak,...
Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Jenderal Waker-Uz-Zaman,...
Jenderal Waker-Uz-Zaman, Panglima Militer yang Enggan Berkuasa
Timnas Indonesia Ditahan...
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Bangladesh
Peneliti Ungkap Covid-19...
Peneliti Ungkap Covid-19 Telah Bermutasi Hampir 600 Kali di Bangladesh
Berita Terkini
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
25 menit yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
50 menit yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
1 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
1 jam yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
3 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved