Terowongan runtuh, 7 warga Jepang terperangkap
Minggu, 02 Desember 2012 - 14:33 WIB
Terowongan runtuh, 7 warga Jepang terperangkap
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya tujuh orang terperangkap di dalam terowongan Sasago, di jalan raya Chuo, Jepang, Minggu (2/12/2012) pagi. Terowongan ini runtuh dan menghancurkan dua mobil yang tengah melintas, sementara satu mobil lainnya terbakar.
Asap yang berasal dari kendaraan yang terbakar, dikhawatirkan membuat korban sesak napas dan bisa mati lemas di dalam terowongan. Terowongan yang memiliki panjang 5 km ini adalah salah satu terowongan terpanjang di Jepang.
Usaha penyelamatan terpaksan dihentikan, karena tim penyelamat khawatir, langit-langit beton terowongan itu akan kembali runtuh. Hingga kini, para korban sudah terjebak selama lima jam di dalam terowongan yang terletak 80 km sebelah Barat Tokyo itu.
"Panel langit-langit beton itu memiliki ketebalan 20 cm dan runtuh dari ketinggian lebih 50-60 meter," kata seorang pejabat dari Pemadam Kebakaran Timur Yamanashi kepada kantor berita AFP.
"Setidaknya dua kendaraan terjebak di bawah puing-puing jembatan dan sebuah kendaraan terbakar. Tapi, kami berhasil menjinakan api pada siang harinya,” lanjut si pejabat.
Rekaman stasiun televisi NHK memperlihatkan para petugas pemadam kebakara dan sejumlah ambulans bersiaga di mulut terowongan. Asap masih terus keluar dari terowongan itu.
Seorang wanita berusia 28 tahun dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, setelah ia muncul dari terowongan itu. “Wanita itu mengaku, ia bersama dengan lima orang lainnya menumpang sebuah mobil yang saat ini terjebak di dalam terowongan,” kata Kazuya Tezuka, seorang Juru Bicara Pemadam Kebakaran.
"Saya tidak tahu tentang apa yang terjadi pada lima orang lainnya. Saya juga tidak tahu berapa banyak kendaraan yang berada di depan dan di belakang kami," ujar wanita itu seperti dituturkan Tezuka.
Asap yang berasal dari kendaraan yang terbakar, dikhawatirkan membuat korban sesak napas dan bisa mati lemas di dalam terowongan. Terowongan yang memiliki panjang 5 km ini adalah salah satu terowongan terpanjang di Jepang.
Usaha penyelamatan terpaksan dihentikan, karena tim penyelamat khawatir, langit-langit beton terowongan itu akan kembali runtuh. Hingga kini, para korban sudah terjebak selama lima jam di dalam terowongan yang terletak 80 km sebelah Barat Tokyo itu.
"Panel langit-langit beton itu memiliki ketebalan 20 cm dan runtuh dari ketinggian lebih 50-60 meter," kata seorang pejabat dari Pemadam Kebakaran Timur Yamanashi kepada kantor berita AFP.
"Setidaknya dua kendaraan terjebak di bawah puing-puing jembatan dan sebuah kendaraan terbakar. Tapi, kami berhasil menjinakan api pada siang harinya,” lanjut si pejabat.
Rekaman stasiun televisi NHK memperlihatkan para petugas pemadam kebakara dan sejumlah ambulans bersiaga di mulut terowongan. Asap masih terus keluar dari terowongan itu.
Seorang wanita berusia 28 tahun dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, setelah ia muncul dari terowongan itu. “Wanita itu mengaku, ia bersama dengan lima orang lainnya menumpang sebuah mobil yang saat ini terjebak di dalam terowongan,” kata Kazuya Tezuka, seorang Juru Bicara Pemadam Kebakaran.
"Saya tidak tahu tentang apa yang terjadi pada lima orang lainnya. Saya juga tidak tahu berapa banyak kendaraan yang berada di depan dan di belakang kami," ujar wanita itu seperti dituturkan Tezuka.
(esn)