Oposisi Kuwait ancam boikot pemilu
Jum'at, 30 November 2012 - 20:18 WIB
Oposisi Kuwait ancam boikot pemilu
A
A
A
Sindonews.com – Kaum oposisi dan para aktivis politik di Kuwait menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (30/11/2012). Aksi ini dilakukan untuk mendesak boikot pada pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (1/12/2012).
Sejak akhir Oktober, ribuan warga Kuwait secara rutin menggelar aksi demonstrasi. Mereka memprotes putusan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah yang hanya memperbolehkan seseorang memilih satu kandidat dalam pemilu mendatang. Sebelumnya, seorang pemilih berhak memilih empat kandidat.
Pada bulan lalu, saat aksi demonstrasi mulai merebak, Pemerintah Kuwait mengeluarkan larangan bagi warganya untuk berkumpul dan melakukan aksi protes. Namun, dengan tujuan untuk meredakan suasana, Pemerintah Kuwait akhirnya memperbolehkan warganya berunjuk rasa.
"Saya sadar, bahwa ada pihak-pihak yang telah menyerukan boikot pemilu," kata Menteri Informasi Kuwait, Sheikh Mohammad al-Mubarak al-Sabah, seperti dikutip dari kantor berita KUNA, Jumat (30/11/2012).
Namun, Sabah berharap, aksi boikot ini urung dilakukan. “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berharap 400 ribu warga Kuwait yang memiliki hak pilih, akan menggunakan hak itu untuk memilih calon mereka,” lanjutnya.
Sejak akhir Oktober, ribuan warga Kuwait secara rutin menggelar aksi demonstrasi. Mereka memprotes putusan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah yang hanya memperbolehkan seseorang memilih satu kandidat dalam pemilu mendatang. Sebelumnya, seorang pemilih berhak memilih empat kandidat.
Pada bulan lalu, saat aksi demonstrasi mulai merebak, Pemerintah Kuwait mengeluarkan larangan bagi warganya untuk berkumpul dan melakukan aksi protes. Namun, dengan tujuan untuk meredakan suasana, Pemerintah Kuwait akhirnya memperbolehkan warganya berunjuk rasa.
"Saya sadar, bahwa ada pihak-pihak yang telah menyerukan boikot pemilu," kata Menteri Informasi Kuwait, Sheikh Mohammad al-Mubarak al-Sabah, seperti dikutip dari kantor berita KUNA, Jumat (30/11/2012).
Namun, Sabah berharap, aksi boikot ini urung dilakukan. “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berharap 400 ribu warga Kuwait yang memiliki hak pilih, akan menggunakan hak itu untuk memilih calon mereka,” lanjutnya.
(esn)