Indonesia prakarsai resolusi PBB untuk Palestina
Jum'at, 30 November 2012 - 17:50 WIB
Indonesia prakarsai resolusi PBB untuk Palestina
A
A
A
Sindonews.com - Palestina mendapat pengesahan sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB. Pengesahan ini dilakukan dalam sidang Majelis Umum PBB, di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (29/11/2012) sore waktu New York.
Keputusan tersebut diambil melalui proses pemungutan suara yang dilakukan sore hari. Dalam pemungutan suara itu, 138 negara mendukung upaya Palestina, 9 negara menolak, dan 41 negara mengambil posisi abstain. Negara-negara yang abstain di antaranya adalah Australia dan Inggris.
Menyikapi upaya Palestina ini, Indonesia tak hanya menempatkan diri sebagai pendukung, tapi juga sebagai pemrakarsa. “Indonesia bukan hanya mendukung, tetapi ikut memprakarsai resolusi tersebut dengan beberapa negara lainnya, sebagai ko-sponsor,” ujar Menlu RI, Marty Natalegawa, seperti tertuang dalam rilis Kemenlu.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas datang langsung ke Markas Besar PBB di New York untuk menyampaikan keinginan Palestina tersebut menjadi Negara Pengamat Non Anggota. “Pengesahan Palestina menjadi Negara Peninjau di PBB memiliki simbol politik yang sangat penting dalam diplomasi,” tambah Marty.
Keputusan tersebut diambil melalui proses pemungutan suara yang dilakukan sore hari. Dalam pemungutan suara itu, 138 negara mendukung upaya Palestina, 9 negara menolak, dan 41 negara mengambil posisi abstain. Negara-negara yang abstain di antaranya adalah Australia dan Inggris.
Menyikapi upaya Palestina ini, Indonesia tak hanya menempatkan diri sebagai pendukung, tapi juga sebagai pemrakarsa. “Indonesia bukan hanya mendukung, tetapi ikut memprakarsai resolusi tersebut dengan beberapa negara lainnya, sebagai ko-sponsor,” ujar Menlu RI, Marty Natalegawa, seperti tertuang dalam rilis Kemenlu.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas datang langsung ke Markas Besar PBB di New York untuk menyampaikan keinginan Palestina tersebut menjadi Negara Pengamat Non Anggota. “Pengesahan Palestina menjadi Negara Peninjau di PBB memiliki simbol politik yang sangat penting dalam diplomasi,” tambah Marty.
(esn)