Israel sebut Palestina tak mau berdamai
Jum'at, 30 November 2012 - 14:48 WIB
Israel sebut Palestina tak mau berdamai
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan, tidak ada satu pun langkah Palestina di arena internasional yang mencerminkan sebuah langkah alternatif untuk mengupayakan perdamaian dengan Isreal.
"Kami meyakini, bahwa keputusan Palestina mengajukan tawaran untuk meningkatkan status di PBB menjadi Negara Pengamat Non Anggota adalah sebuah kesalahan. Status baru ini tak dapat menggantikan perudingan tanpa prasyarat apa pun, sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina," ungkap Barak setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, (AS) Leon Panetta di Pentagon.
Barak menambahkan, status baru tersebut tidak mengubah situasi di kawasan dan tidak akan bembeikan kekuatan tambahan baru bagi Palestina. "Saya ulangi, peningkatan status baru Palestina ini hanya akan memperburuk situasi, bukannya menyelesaikan masalah," ungkap Barak.
Diplomat AS untuk PBB, Susan Rice menyampaikan ungkapan senada dengan Menhan Israel. Menurutnya, status baru Palestina akan menimbulkan kendala lebih lanjut dalam upaya mencari solusi damai konflik Israel dan Palestina.
"Pernyataan besar ini akan segera memudar dan besok rakyat Palestina akan segara bangkit dan hanya menemukan sedikit perubahan kecil," ungkap Rice dengan nada muram. Rice manambahkan, resolusi ini tidak menjadikan Palestina sebagai sebuah negara.
"Kami meyakini, bahwa keputusan Palestina mengajukan tawaran untuk meningkatkan status di PBB menjadi Negara Pengamat Non Anggota adalah sebuah kesalahan. Status baru ini tak dapat menggantikan perudingan tanpa prasyarat apa pun, sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina," ungkap Barak setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, (AS) Leon Panetta di Pentagon.
Barak menambahkan, status baru tersebut tidak mengubah situasi di kawasan dan tidak akan bembeikan kekuatan tambahan baru bagi Palestina. "Saya ulangi, peningkatan status baru Palestina ini hanya akan memperburuk situasi, bukannya menyelesaikan masalah," ungkap Barak.
Diplomat AS untuk PBB, Susan Rice menyampaikan ungkapan senada dengan Menhan Israel. Menurutnya, status baru Palestina akan menimbulkan kendala lebih lanjut dalam upaya mencari solusi damai konflik Israel dan Palestina.
"Pernyataan besar ini akan segera memudar dan besok rakyat Palestina akan segara bangkit dan hanya menemukan sedikit perubahan kecil," ungkap Rice dengan nada muram. Rice manambahkan, resolusi ini tidak menjadikan Palestina sebagai sebuah negara.
(esn)