Netanyahu kecam pidato Abbas di Majelis Umum PBB
Jum'at, 30 November 2012 - 14:34 WIB
Netanyahu kecam pidato Abbas di Majelis Umum PBB
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Presiden Palestina, Mahmoud Abbas atas pidatonya di depan Majelis Umum PBB, Jumat, (30/11/2012).
"Ungkapan ini bukan sebuah perkataan yang dikeluarkan oleh pria yang menghendaki perdamaian," ungkap Netanyahu dalam rilis resminya.
Netanyahu mengatakan, Pidato Abbas mencerminkan ungkapan bermusuhan, beracun, dan penuh dengan unsur kepalsuan propaganda. Dia menegaskan, Israel telah mengajak Palestina untuk menggelar perundingan langsung dan menolak keputusan PBB yang mengadopsi resolusi no 181.
"Langkah PBB melanggar kesepakatan di masa lalu antara Israel dan Palestina. Israel akan memberikan tanggapan yang sesuai atas hal ini," imbuh Netanyahu.
PBB secara implisit telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara, setelah 138 anggota PBB memberikan dukungan suara pada Palestina. Kemenangan Palestina datang setelah Abbas menyampaikan pidato yang salahsatunya mengecam sikap Isreal di depan Majelis Umum PBB.
Abbas mengecam kebijakan agresif Isreal dan kejahatan saat melakukan perang. "65 tahun sejak hari ini, PBB akhirnya mengadopsi resolusi No.181, yang menyerukan Palestina dipecah menjadi dua negara dan menandai Isreal," ungkap Abbas.
Ungkapan Abbas tersebut disambut gemuruh tepuk tangan di ruang sidang mejelis Umum PBB. "Hari ini, saya menyerukan pada Majelis Umum PBB untuk mengeluarkan sertifikat kelahiran negara Palestina," imbuh Abbas.
Kemenangan ini menjadi sebuah kemunduran politik bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang tahun lalu menjegal langkah Palestina mendapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
"Ungkapan ini bukan sebuah perkataan yang dikeluarkan oleh pria yang menghendaki perdamaian," ungkap Netanyahu dalam rilis resminya.
Netanyahu mengatakan, Pidato Abbas mencerminkan ungkapan bermusuhan, beracun, dan penuh dengan unsur kepalsuan propaganda. Dia menegaskan, Israel telah mengajak Palestina untuk menggelar perundingan langsung dan menolak keputusan PBB yang mengadopsi resolusi no 181.
"Langkah PBB melanggar kesepakatan di masa lalu antara Israel dan Palestina. Israel akan memberikan tanggapan yang sesuai atas hal ini," imbuh Netanyahu.
PBB secara implisit telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara, setelah 138 anggota PBB memberikan dukungan suara pada Palestina. Kemenangan Palestina datang setelah Abbas menyampaikan pidato yang salahsatunya mengecam sikap Isreal di depan Majelis Umum PBB.
Abbas mengecam kebijakan agresif Isreal dan kejahatan saat melakukan perang. "65 tahun sejak hari ini, PBB akhirnya mengadopsi resolusi No.181, yang menyerukan Palestina dipecah menjadi dua negara dan menandai Isreal," ungkap Abbas.
Ungkapan Abbas tersebut disambut gemuruh tepuk tangan di ruang sidang mejelis Umum PBB. "Hari ini, saya menyerukan pada Majelis Umum PBB untuk mengeluarkan sertifikat kelahiran negara Palestina," imbuh Abbas.
Kemenangan ini menjadi sebuah kemunduran politik bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang tahun lalu menjegal langkah Palestina mendapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB.
(esn)