Demonstran tutup kilang minyak di Barat Libya
Kamis, 29 November 2012 - 23:38 WIB
Demonstran tutup kilang minyak di Barat Libya
A
A
A
Sindonews.com – Aksi protes di kilang minyak Zawiya, di sebelah Barat Libya, mengakibatkan kilang itu berhenti beroperasi, Kamis (19/11/2012). Ini adalah kejadian kedua dalam bulan ini. Akibat penghentian operasi kilang minyak utama ini, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan BBM di Ibu Kota Libya, Tripoli.
“Kilang Zawiya berhenti beroperasi. Para demonstran mencegah karyawan memasuki kilang dan truk bahan bakar tidak dapat meninggalkan kilang," kata Essam al-Muntasir, Juru Bicara Zawiya Oil Refining, perusahaan pengelola kilang minyak ini.
“Banyak veteran dari perang sipil yang menggulingkan Muammar Gaddafi tahun lalu, ikut berdemonstrasi di depan pabrik,” lanjut Muntasir. Pada awal November, kilang ini terpaksa berhenti beroperasi selama dua hari. Hal ini menyebabkan kelangkaan BBM di Tripoli.
Deputi Menteri Perminyakan, Omar Shakmak mengatakan, bahwa penutupan kilang Zawiya bisa menyebabkan kelangkaan BBM. "Kami memiliki cukup simpanan bahan bakar di Tripoli untuk 25 hari ke depan. Tapi masalahnya adalah, bahwa demonstran tidak mengizinkan truk masuk dan keluar dari tempat penyimpanan bahan bakar di kilang. Hal ini yang bisa menyebabkan kekurangan BBM," kata Shakmak.
Kemarin malam, warga Tripoli membentuk antrian panjang di setiap SPBU. Mereka menyerbu SPBU untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan BBM. Kilang Zawiya memiliki kapasitas 120 ribu barel per hari dan menyediakan 40 persen dari kebutuhan minyak di sebelah Barat Libya.
“Kilang Zawiya berhenti beroperasi. Para demonstran mencegah karyawan memasuki kilang dan truk bahan bakar tidak dapat meninggalkan kilang," kata Essam al-Muntasir, Juru Bicara Zawiya Oil Refining, perusahaan pengelola kilang minyak ini.
“Banyak veteran dari perang sipil yang menggulingkan Muammar Gaddafi tahun lalu, ikut berdemonstrasi di depan pabrik,” lanjut Muntasir. Pada awal November, kilang ini terpaksa berhenti beroperasi selama dua hari. Hal ini menyebabkan kelangkaan BBM di Tripoli.
Deputi Menteri Perminyakan, Omar Shakmak mengatakan, bahwa penutupan kilang Zawiya bisa menyebabkan kelangkaan BBM. "Kami memiliki cukup simpanan bahan bakar di Tripoli untuk 25 hari ke depan. Tapi masalahnya adalah, bahwa demonstran tidak mengizinkan truk masuk dan keluar dari tempat penyimpanan bahan bakar di kilang. Hal ini yang bisa menyebabkan kekurangan BBM," kata Shakmak.
Kemarin malam, warga Tripoli membentuk antrian panjang di setiap SPBU. Mereka menyerbu SPBU untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan BBM. Kilang Zawiya memiliki kapasitas 120 ribu barel per hari dan menyediakan 40 persen dari kebutuhan minyak di sebelah Barat Libya.
(esn)