Iran tolak laporan PBB tentang HAM
Rabu, 28 November 2012 - 20:00 WIB
Iran tolak laporan PBB tentang HAM
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Biro Hak Asasi Manusia (HAM) Iran, Mohammad-Javad Larijani, membantah laporan tentang kondisi HAM Iran yang dikeluarkan PBB, Selasa (27/11/2012). Larijani menyebut laporan itu tanpa dasar hukum.
Pekan lalu, Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB soal HAM Iran mengatakan, bahwa Iran telah berulang kali melakukan pembatasan terhadap media dan menahan beberapa aktivis HAM negeri itu.
“Kegiatan penyidik HAM PBB terhadap Iran adalah contoh dari membuat laporan dengan bantuan kelompok teroris dan musuh-musuh Iran,” kata Larijani, seperti dikutip dari the star.
Republik Islam Iran telah beberapa kali menolak laporan lembaga HAM PBB. Iran mengatakan, bahwa laporan itu tidak mencerminkan realitas di negara itu.
Pada Juni lalu, Dewan HAM PBB memilih Shaheed, yang juga mantan Menteri Luar Negeri Maladewa, sebagai penyidik HAM di Iran. Pasca penujukan ini, Kementerian Luar Negeri Iran, langsung mengecam keras PBB. Iran menyebut penunjukan pelapor khusus PBB tentang HAM Iran adalah tindakan politik.
“Langkah PBB tersebut termotivasi secara politus dan dilakukan di bawah tekanan dunia Barat,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Pekan lalu, Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB soal HAM Iran mengatakan, bahwa Iran telah berulang kali melakukan pembatasan terhadap media dan menahan beberapa aktivis HAM negeri itu.
“Kegiatan penyidik HAM PBB terhadap Iran adalah contoh dari membuat laporan dengan bantuan kelompok teroris dan musuh-musuh Iran,” kata Larijani, seperti dikutip dari the star.
Republik Islam Iran telah beberapa kali menolak laporan lembaga HAM PBB. Iran mengatakan, bahwa laporan itu tidak mencerminkan realitas di negara itu.
Pada Juni lalu, Dewan HAM PBB memilih Shaheed, yang juga mantan Menteri Luar Negeri Maladewa, sebagai penyidik HAM di Iran. Pasca penujukan ini, Kementerian Luar Negeri Iran, langsung mengecam keras PBB. Iran menyebut penunjukan pelapor khusus PBB tentang HAM Iran adalah tindakan politik.
“Langkah PBB tersebut termotivasi secara politus dan dilakukan di bawah tekanan dunia Barat,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
(esn)