Filipina larang warganya bekerja di Jalur Gaza
Rabu, 28 November 2012 - 07:00 WIB
Filipina larang warganya bekerja di Jalur Gaza
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Filipina telah memberlakukan larangan penyebaran tenaga kerja Filipina di beberapa wilayah di Israel. “Larangan ini disebabkan adanya konflik bersenjata di Jalur Gaza,” kata seorang Pejabat Senior Pemerintah Filipina, Selasa (27/11/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
"Karena konflik bersenjata Israel-Hamas sedang berlangsung di Jalur Gaza, Departemen Luar Negeri menaikkan tingkat peringatan keamanan di daerah-daerah tertentu di Israel. Dengan demikian, akan ada pembatasan penyebaran pekerja Filipina di luar negeri ke daerah tersebut," kata Sekretaris Buruh Filipina, Rosalinda Baldoz.
Dia mengatakan, bahwa status siaga tingkat 4 telah diberlakukan di Jalur Gaza. Sedangkan status siaga tingkat 2 diberlakukan di wilayah Selatan dan Tengah Israel. Wilayah ini meliputi kota Sderot, Beersheva, Asdod, Askelon, Tel Aviv, dan Yerusalem.
Menurut Baldoz, melihat situasi di Israel saat ini, pemerintah memutuskan untuk menerapkan larangan penyebaran total di daerah dan Distrik yang berstatus siaga tingkat 4. “Kami juga akan menghentikan sementara penyebaran tenaga kerja Filipina di wilayah Selatan dan Tengah Israel,” lanjutnya.
"Karena konflik bersenjata Israel-Hamas sedang berlangsung di Jalur Gaza, Departemen Luar Negeri menaikkan tingkat peringatan keamanan di daerah-daerah tertentu di Israel. Dengan demikian, akan ada pembatasan penyebaran pekerja Filipina di luar negeri ke daerah tersebut," kata Sekretaris Buruh Filipina, Rosalinda Baldoz.
Dia mengatakan, bahwa status siaga tingkat 4 telah diberlakukan di Jalur Gaza. Sedangkan status siaga tingkat 2 diberlakukan di wilayah Selatan dan Tengah Israel. Wilayah ini meliputi kota Sderot, Beersheva, Asdod, Askelon, Tel Aviv, dan Yerusalem.
Menurut Baldoz, melihat situasi di Israel saat ini, pemerintah memutuskan untuk menerapkan larangan penyebaran total di daerah dan Distrik yang berstatus siaga tingkat 4. “Kami juga akan menghentikan sementara penyebaran tenaga kerja Filipina di wilayah Selatan dan Tengah Israel,” lanjutnya.
(esn)