Demonstran penentang Morsi bentrok dengan Polisi Mesir
Selasa, 27 November 2012 - 22:49 WIB
Demonstran penentang Morsi bentrok dengan Polisi Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok demonstran penentang Presiden Mohamed Morsi terlibat bentrok dengan polisi Mesir, Selasa (27/11/2012). Para penentang Morsi memang kian meningkatkan tekanan mereka demi dicabutnya dekrit Presiden yang mereka anggap bisa mengancam negara dan memunculkan kediktaktoran baru di Mesir.
Polisi menembakkan gas air mata pada para demonstran yang melemparkan batu ke arah aparat keamanan. Bentrokan terjadi di jalan-jalan utama kota Kairo dan di Tahrir Square, pusat pemberontakan saat menggulingkan diktator Hosni Mubarak, tahun lalu.
"Orang-orang ingin menjatuhkan rezim," teriak para pengunjuk rasa. Slogan ini juga digunakan saat menjatuhkan rezim Mubarak. "Kami tidak ingin kediktatoran lagi. Rezim Mubarak adalah kediktatoran. Kami memiliki sebuah revolusi untuk mendapatkan keadilan dan kebebasan," kata salah seorang demonstran, Ahmed Husseini.
Seorang pengunjuk rasa berusia 52 tahun dilaporkan tewas dalam bentrokan ini. Korban tewas setelah mengirup gas yang ditembakan polisi. Ini adalah korban tewas kedua, sejak Morsi mengumumkan dekrit yang memperluas kekuasaannya.
Beberapa pengunjuk rasa telah mendirikan kemah di alun-alun Tahrir Square sejak Jumat pekan lalu. Sejak akhir pekan lalu, kekerasan telah berkobar di seluruh negeri, termasuk di Utara Kairo, di mana seorang pemuda Ikhwanul Muslimin tewas dalam bentrokan pada hari Minggu. Ratusan orang juga terluka akibat bentrokan selama beberapa hari terakhir ini.
Polisi menembakkan gas air mata pada para demonstran yang melemparkan batu ke arah aparat keamanan. Bentrokan terjadi di jalan-jalan utama kota Kairo dan di Tahrir Square, pusat pemberontakan saat menggulingkan diktator Hosni Mubarak, tahun lalu.
"Orang-orang ingin menjatuhkan rezim," teriak para pengunjuk rasa. Slogan ini juga digunakan saat menjatuhkan rezim Mubarak. "Kami tidak ingin kediktatoran lagi. Rezim Mubarak adalah kediktatoran. Kami memiliki sebuah revolusi untuk mendapatkan keadilan dan kebebasan," kata salah seorang demonstran, Ahmed Husseini.
Seorang pengunjuk rasa berusia 52 tahun dilaporkan tewas dalam bentrokan ini. Korban tewas setelah mengirup gas yang ditembakan polisi. Ini adalah korban tewas kedua, sejak Morsi mengumumkan dekrit yang memperluas kekuasaannya.
Beberapa pengunjuk rasa telah mendirikan kemah di alun-alun Tahrir Square sejak Jumat pekan lalu. Sejak akhir pekan lalu, kekerasan telah berkobar di seluruh negeri, termasuk di Utara Kairo, di mana seorang pemuda Ikhwanul Muslimin tewas dalam bentrokan pada hari Minggu. Ratusan orang juga terluka akibat bentrokan selama beberapa hari terakhir ini.
(esn)