Karzai berharap investor mau tanamkan modal di Afghanistan
Selasa, 27 November 2012 - 18:37 WIB
Karzai berharap investor mau tanamkan modal di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afghanistan, Hamid Karzai menyerukan pada para investor nasional dan internasional untuk berinvestasi di negara yang masih terus dilanda konflik itu. "Setiap negara, setiap perusahaan, dan siapapun akan disambut hangat untuk berinvestasi di Afghanistan,” ujar Karzai, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, investasi akan membantu Afghanistan ke arah kemajuan yang lebih baik. “China telah mulai investasi di Afghanistan dan kami juga akan menyambut Iran, Pakistan, dan India,” lanjutnya.
Hingga kini, kondisi dalam negeri Afghanistan belum bisa dikatakan stabil. Aksi terorisme masih kerap terjadi di penjuru negeri. Hal ini membuat banyak pihak khawatir dengan stabilitas negara itu, pasca ditarik mundurnya seluruh pasukan asing pada 2014 mendatang.
Namun, Karzai menepis kekhawatiran ini. Ia menuduh media Barat meluncurkan propaganda tak berdasar. “Media tertentu di negara Barat telah melaporkan bahwa Afghanistan akan meluncur ke arah ketidakstabilan pada 2014 dan presiden Afghanistan akan mendeklarasikan situasi darurat. Ini jelas tidak benar,” kata Karzai.
Karzai menegaskan, bahwa usai pasukan asing ditarik mundur dari negara itu, kondisi Afghanistan akan tetap stabil. Ia menjamin bahwa situasi keamanan di negara itu terus membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tentang kerjasama strategis dengan Amerika Serikat, Karzai menyatakan bahwa Afghanistan ingin memastikan kepentingan nasional dalam setiap perjanjian. “Afghanistan ingin AS mendukung dan melengkapi pasukan keamanan nasional kami, membangun kanal dan sistem irigasi, serta memulai proyek-proyek pembangunan,” jelas Karzai.
Wafiullah Iftikhar, Direktur Badan Dukungan Investasi Afghanistan (AISA), sebuah badan yang didukung pemerintah untuk mendorong investasi, mengatakan, bahwa USD553 ribu telah diinvestasikan di Afghanistan sepanjang 2012. “Ini menunjukan peningkatan 20 persen dibanding tahun lalu,” ujar Iftikhar.
Menurutnya, investasi akan membantu Afghanistan ke arah kemajuan yang lebih baik. “China telah mulai investasi di Afghanistan dan kami juga akan menyambut Iran, Pakistan, dan India,” lanjutnya.
Hingga kini, kondisi dalam negeri Afghanistan belum bisa dikatakan stabil. Aksi terorisme masih kerap terjadi di penjuru negeri. Hal ini membuat banyak pihak khawatir dengan stabilitas negara itu, pasca ditarik mundurnya seluruh pasukan asing pada 2014 mendatang.
Namun, Karzai menepis kekhawatiran ini. Ia menuduh media Barat meluncurkan propaganda tak berdasar. “Media tertentu di negara Barat telah melaporkan bahwa Afghanistan akan meluncur ke arah ketidakstabilan pada 2014 dan presiden Afghanistan akan mendeklarasikan situasi darurat. Ini jelas tidak benar,” kata Karzai.
Karzai menegaskan, bahwa usai pasukan asing ditarik mundur dari negara itu, kondisi Afghanistan akan tetap stabil. Ia menjamin bahwa situasi keamanan di negara itu terus membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tentang kerjasama strategis dengan Amerika Serikat, Karzai menyatakan bahwa Afghanistan ingin memastikan kepentingan nasional dalam setiap perjanjian. “Afghanistan ingin AS mendukung dan melengkapi pasukan keamanan nasional kami, membangun kanal dan sistem irigasi, serta memulai proyek-proyek pembangunan,” jelas Karzai.
Wafiullah Iftikhar, Direktur Badan Dukungan Investasi Afghanistan (AISA), sebuah badan yang didukung pemerintah untuk mendorong investasi, mengatakan, bahwa USD553 ribu telah diinvestasikan di Afghanistan sepanjang 2012. “Ini menunjukan peningkatan 20 persen dibanding tahun lalu,” ujar Iftikhar.
(esn)