Jenazah mantan Raja Kamboja siap dikremasi
Senin, 26 November 2012 - 18:40 WIB
Jenazah mantan Raja Kamboja siap dikremasi
A
A
A
Sindonews.com - Setelah lebih dari tiga bulan bersemayam di Istana Negara, jenazah mantan Raja Kamboja, Norodom Sihanouk, akan segera dikremasi. Menurut pengakuan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, jenazah Sihanouk akan dikremasi pada 4 Februari 2013.
Rencananya, tubuh sang raja akan dipindahkan dari Istana Negara ke krematorium pada 1 Februari. Jenazah akan diinapkan di krematorium selama tiga hari, sebelum akhirnya dikremasi.
Hun Sen juga menyampaikan, bahwa Festival Air yang rencananya digelar pada 27-29 di depan Istana Negara, akan dibatalkan. Ini demi menghormati mendiang Sihanouk.
"Sangat tidak sopan ketika jenazah sang raja terletak di Istana Negara dan jutaan orang datang untuk menikmati Festival Air," kata Hun Sen seperti dilansir Xinhua, Senin (26/11/2102).
Sihanouk meninggal dunia pada usia 90 karena sakit kanker, diabetes, dan hipertensi. Ia meninggal pada 15 Oktober lalu di Beijing, China. Jenazahnya dibawa kembali ke Phnom Penh dengan pesawat jet jumbo China Air pada 17 Oktober.
Setelah satu pekan berkabung, jenazah Sihanouk disemayamkan selama lebih dari 3 bulan di Istana Negara. Hal ini dilakukan agar publik bisa melihat dan menghormatinya sebelum dikremasi.
Sihanouk memimpin Kamboja sejak 1941 hingga 1955. Dia menjadi pelopor negara tersebut untuk memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1953. Sihanouk juga dinobatkan sebagai Bapak Kemerdekaan, integritas teritorial, dan rekonsiliasi nasional dan persatuan.
Pada 1993, dia kembali memimpin Kamboja sampai akhirnya mundur secara sukarela pada 7 Oktober 2004. Tampuk kekuasaannya pun diberikan kepada putranya, Raja Norodom Sihamoni, yang saat ini memimpin Kamboja.
Rencananya, tubuh sang raja akan dipindahkan dari Istana Negara ke krematorium pada 1 Februari. Jenazah akan diinapkan di krematorium selama tiga hari, sebelum akhirnya dikremasi.
Hun Sen juga menyampaikan, bahwa Festival Air yang rencananya digelar pada 27-29 di depan Istana Negara, akan dibatalkan. Ini demi menghormati mendiang Sihanouk.
"Sangat tidak sopan ketika jenazah sang raja terletak di Istana Negara dan jutaan orang datang untuk menikmati Festival Air," kata Hun Sen seperti dilansir Xinhua, Senin (26/11/2102).
Sihanouk meninggal dunia pada usia 90 karena sakit kanker, diabetes, dan hipertensi. Ia meninggal pada 15 Oktober lalu di Beijing, China. Jenazahnya dibawa kembali ke Phnom Penh dengan pesawat jet jumbo China Air pada 17 Oktober.
Setelah satu pekan berkabung, jenazah Sihanouk disemayamkan selama lebih dari 3 bulan di Istana Negara. Hal ini dilakukan agar publik bisa melihat dan menghormatinya sebelum dikremasi.
Sihanouk memimpin Kamboja sejak 1941 hingga 1955. Dia menjadi pelopor negara tersebut untuk memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1953. Sihanouk juga dinobatkan sebagai Bapak Kemerdekaan, integritas teritorial, dan rekonsiliasi nasional dan persatuan.
Pada 1993, dia kembali memimpin Kamboja sampai akhirnya mundur secara sukarela pada 7 Oktober 2004. Tampuk kekuasaannya pun diberikan kepada putranya, Raja Norodom Sihamoni, yang saat ini memimpin Kamboja.
(esn)