Menhan Israel akan letakan jabatan
Senin, 26 November 2012 - 17:22 WIB
Menhan Israel akan letakan jabatan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Ehud Barak, mengaku akan pensiun dari dunia politik. Ia tak akan lagi mau menjabat sebagai Menhan atau posisi strategis lainnya, setelah pemilihan umum di negara itu, 22 Januari tahun depan.
"Saya telah memutuskan untuk pensiun dari kehidupan politik. Saya akan mengakhiri masa jabatan saya sebagai Menhan, setelah pemerintah berikutnya didirikan,” kata Barak dalam konferensi pers, Senin (26/11/2012) seperti dikutip dari the star.
Selama ini, Barak adalah figur penting dalam setiap kebijakan militer Israel, terutama yang terkait dengan konflik di Jalur Gaza. Ia juga arsitek utama kebijakan Israel terhadap program nuklir Iran. Israel sangat menentang program nuklir Iran dan mengancam akan melancarkan serangan ke negara itu.
"Saya ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk keluarga. Saya merasa telah kehabisan waktu untuk berurusan dengan kehidupan politik. Saya pikir, ada ruang untuk memungkinkan orang lain menduduki peran senior di Israel," katanya.
Jajak pendapat telah meramalkan hasil buruk bagi partai kecil, Atzmaut, yang saat ini dipimpin Barak. Namun, serangan selama 8 hari ke Jalur Gaza, diprediksi telah meningkatkan popularitas Barak dan Atzmaut.
Barak yang saat ini berusia 70 tahun, telah menjabat sebagai Menhan sejak 2007. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak 1999 hingga 2011.
"Saya telah memutuskan untuk pensiun dari kehidupan politik. Saya akan mengakhiri masa jabatan saya sebagai Menhan, setelah pemerintah berikutnya didirikan,” kata Barak dalam konferensi pers, Senin (26/11/2012) seperti dikutip dari the star.
Selama ini, Barak adalah figur penting dalam setiap kebijakan militer Israel, terutama yang terkait dengan konflik di Jalur Gaza. Ia juga arsitek utama kebijakan Israel terhadap program nuklir Iran. Israel sangat menentang program nuklir Iran dan mengancam akan melancarkan serangan ke negara itu.
"Saya ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk keluarga. Saya merasa telah kehabisan waktu untuk berurusan dengan kehidupan politik. Saya pikir, ada ruang untuk memungkinkan orang lain menduduki peran senior di Israel," katanya.
Jajak pendapat telah meramalkan hasil buruk bagi partai kecil, Atzmaut, yang saat ini dipimpin Barak. Namun, serangan selama 8 hari ke Jalur Gaza, diprediksi telah meningkatkan popularitas Barak dan Atzmaut.
Barak yang saat ini berusia 70 tahun, telah menjabat sebagai Menhan sejak 2007. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak 1999 hingga 2011.
(esn)