Demonstran lemparkan 5.000 telur ke polisi Taiwan
Senin, 26 November 2012 - 15:40 WIB
Demonstran lemparkan 5.000 telur ke polisi Taiwan
A
A
A
Sindonews.com – Ribuan demonstran yang turun ke jalan-jalan di Taiwan melempari polisi dengan telur, Minggu (25/11/2012). Para demonstran menuntut pemerintah mengubah kebijakan ekonomi.
“Untuk melampiaskan kemarahan, kami sampai merasa perlu melemparkan 5.000 telur,” kata Lin Tze-wen, Juru Bicara demonstran pada kantor berita AFP. Aksi protes berakhir di alun-alun kantor Kepresidenan. Untuk melindungi kantor Kepresidenan, aparat memasang pagar berduri dan menerjunkan ratusan polisi anti huru-hara.
Kordinator aksi demo mengaku, ada sekitar 4.000 orang yang ambil bagian dalam aksi ini. Mereka berasal dari 50 kelompok buruh. Tidak ada bentrokan dengan polisi selama aksi demo yang berlangsung tiga jam itu.
"Berdasarkan pemikiran liberalisme baru, kebijakan saat ini rupanya telah menguntungkan kaum kapitalis dan manfaat dari pembangunan ekonomi tidak merata. Kaum pekerja telah menjalani kehidupan yang keras," kata Tze-wen.
Pada September silam, Pemerintah Taiwan menolak untuk menaikan upah minimum buruh. Beberapa pemilik bisnis mengatakan, kenaikan upah buruh akan memukul perusahaan-perusahaan yang saat ini tengah berjuang mengatasi krisis ekonomi global.
“Untuk melampiaskan kemarahan, kami sampai merasa perlu melemparkan 5.000 telur,” kata Lin Tze-wen, Juru Bicara demonstran pada kantor berita AFP. Aksi protes berakhir di alun-alun kantor Kepresidenan. Untuk melindungi kantor Kepresidenan, aparat memasang pagar berduri dan menerjunkan ratusan polisi anti huru-hara.
Kordinator aksi demo mengaku, ada sekitar 4.000 orang yang ambil bagian dalam aksi ini. Mereka berasal dari 50 kelompok buruh. Tidak ada bentrokan dengan polisi selama aksi demo yang berlangsung tiga jam itu.
"Berdasarkan pemikiran liberalisme baru, kebijakan saat ini rupanya telah menguntungkan kaum kapitalis dan manfaat dari pembangunan ekonomi tidak merata. Kaum pekerja telah menjalani kehidupan yang keras," kata Tze-wen.
Pada September silam, Pemerintah Taiwan menolak untuk menaikan upah minimum buruh. Beberapa pemilik bisnis mengatakan, kenaikan upah buruh akan memukul perusahaan-perusahaan yang saat ini tengah berjuang mengatasi krisis ekonomi global.
(esn)