Inggris akan terus dukung perdamaian di Sri Lanka
Jum'at, 23 November 2012 - 17:24 WIB
Inggris akan terus dukung perdamaian di Sri Lanka
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris mengaku akan terus memberikan dukungan untuk terciptanya perdamaian di Sri Lanka. Hal ini disampaikan Wakil Komisaris Tinggi Inggris yang mengunjungi Sri Lanka, Robbie Bulloch, Jumat (23/11/2012).
“Inggris akan terus mendukung Sri Lanka dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di seluruh negara bagian,” ujar Bulloch. Ia mengingatkan akan kebrutalan pemberontak Macan Tamil yang menebar kekerasan di Sri Lanka selama 30 tahun.
Bulloch mengunjungi bagian Utara dan Timur negara itu selama beberapa hari terakhir, termasuk sebuah pangkalan Angkatan Laut di timur dan mantan basis Macan Tamil. Ia juga mendatangi lokasi pertempuran terakhir antara militer Sri Lanka dengan kaum pemberontak.
Pemberontakan Macan Tamil sendiri berhasil ditumpas pada 2009. Bulloch mencatat, bahwa meskipun perang telah berakhir, tetap masih ada tantangan yang tersisa. Hingga kini, masih banyak anggota masyarakat yang menderita akibat dampak pemberontakan Macan Tamil.
"Kami melihat beberapa proyek yang sedang dilakukan untuk membangun pemukiman bagi mantan pengungsi dan coba memulihkan mata pencaharian mereka. Kami juga belajar lebih banyak tentang kebrutalan para pemberontak Macan Tamil, yang menempatkan anak-anak sebagai tentara,” lanjutnya.
Inggris merupakan salah satu negara yang menyerukan penyelidikan independen di Sri Lanka, dalam dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama tahap akhir konflik.
“Inggris akan terus mendukung Sri Lanka dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di seluruh negara bagian,” ujar Bulloch. Ia mengingatkan akan kebrutalan pemberontak Macan Tamil yang menebar kekerasan di Sri Lanka selama 30 tahun.
Bulloch mengunjungi bagian Utara dan Timur negara itu selama beberapa hari terakhir, termasuk sebuah pangkalan Angkatan Laut di timur dan mantan basis Macan Tamil. Ia juga mendatangi lokasi pertempuran terakhir antara militer Sri Lanka dengan kaum pemberontak.
Pemberontakan Macan Tamil sendiri berhasil ditumpas pada 2009. Bulloch mencatat, bahwa meskipun perang telah berakhir, tetap masih ada tantangan yang tersisa. Hingga kini, masih banyak anggota masyarakat yang menderita akibat dampak pemberontakan Macan Tamil.
"Kami melihat beberapa proyek yang sedang dilakukan untuk membangun pemukiman bagi mantan pengungsi dan coba memulihkan mata pencaharian mereka. Kami juga belajar lebih banyak tentang kebrutalan para pemberontak Macan Tamil, yang menempatkan anak-anak sebagai tentara,” lanjutnya.
Inggris merupakan salah satu negara yang menyerukan penyelidikan independen di Sri Lanka, dalam dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama tahap akhir konflik.
(esn)