Sepanjang tahun ini, 119 wartawan tewas di daerah konflik
Jum'at, 23 November 2012 - 16:58 WIB
Sepanjang tahun ini, 119 wartawan tewas di daerah konflik
A
A
A
Sindonews.com - Institusi Pers Internasional (IPI) yang berbasis di Wina, Austria, mengumumkan bahwa sepajang 2012 tercatat 119 jurnalis tewas saat menjalankan tugas.
"Jumlah tahun ini merupakan yang tertinggi sejak IPI mulai melakukan pendataan. Sebagian besar korban tewas saat meliput kekerasan yang terjadi di Suriah. Tercatat ada 36 wartawan tewas sejak Januari 2012 dalam perang di Suriah," ungkap IPI seperti diberitakan dalam Xinhua, Jumat (23/11/2012).
Badan pengawasan pers menambahkan, fakta yang berkembang di lapangan semakin menghawatirkan. Pasalnya, kian hari jumlah wartawan yang dibunuh kian meningkat. Pembunuhan pada jurnalis ini dilakukan untuk mencegah pengungkapan informasi.
IPI menambahkan, setelah Suriah, wilayah yang berbahaya untuk menjadi lokasi liputan adalah Somalia, Meksiko, Pakistan, dan Filipina. Di Somalia tercatat 16 wartawan tewas sepanjang 2012.
Pada Kamis dan Jumat, IPI mengelar sebuah konferensi untuk menyoroti keselamatan wartawan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi wartawan. Selain dihadiri oleh kalangan jurnalis, konfrensi ini juga dihadiri oleh perwakilan PBB dan sejumlah LSM.
"Jumlah tahun ini merupakan yang tertinggi sejak IPI mulai melakukan pendataan. Sebagian besar korban tewas saat meliput kekerasan yang terjadi di Suriah. Tercatat ada 36 wartawan tewas sejak Januari 2012 dalam perang di Suriah," ungkap IPI seperti diberitakan dalam Xinhua, Jumat (23/11/2012).
Badan pengawasan pers menambahkan, fakta yang berkembang di lapangan semakin menghawatirkan. Pasalnya, kian hari jumlah wartawan yang dibunuh kian meningkat. Pembunuhan pada jurnalis ini dilakukan untuk mencegah pengungkapan informasi.
IPI menambahkan, setelah Suriah, wilayah yang berbahaya untuk menjadi lokasi liputan adalah Somalia, Meksiko, Pakistan, dan Filipina. Di Somalia tercatat 16 wartawan tewas sepanjang 2012.
Pada Kamis dan Jumat, IPI mengelar sebuah konferensi untuk menyoroti keselamatan wartawan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi wartawan. Selain dihadiri oleh kalangan jurnalis, konfrensi ini juga dihadiri oleh perwakilan PBB dan sejumlah LSM.
(esn)