India tak akan keluarkan paspor bagi pria mesum
Jum'at, 23 November 2012 - 09:45 WIB
India tak akan keluarkan paspor bagi pria mesum
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang di Negara Bagian Madhya Pradesh, India Tengah, memperingatkan bahwa pria yang melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan atau mengejek kaum hawa, tak akan mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM) dan paspor. Bagi pelaku yang sudah memiliki paspor atau SIM, lalu melakukan kejahatan ini, maka dokumen mereka itu akan dicabut.
Pernyataan ini dikeluarkan Menteri Kepala Negara Bagian Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, Kamis (22/11/2012). Ia berharap, aturan ini akan membuat orang untuk menentang pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan.
"Kami siap untuk melaksanakan proyek untuk mengontrol hal ini. Polisi sudah mempersiapkan database pelanggar tersebut," kata Juru Bicara Pemerintah, Rakesh Srivastava, seperti dikutip dari Iol.co.za. Ia berharap, aturan ini akan meminimalisir kekerasan pada kaum perempuan.
"Pria yang setelah dilakukan penyelidikan polisi, terbukti melakukan pelanggaran, tidak akan diberikan paspor atau SIM. Sedangkan pelanggar yang sudah memegang lisensi atau paspor, akan kehilangan dokumen mereka," kata Srivastava.
Madhya Pradesh adalah negara bagian terbesar kedua di India dan memiliki populasi sekitar 72 juta jiwa. Kelompok penjaga hak asai perempuan mengatakan, bahwa pelecehan terhadapn wanita adalah masalah utama di India.
Pernyataan ini dikeluarkan Menteri Kepala Negara Bagian Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, Kamis (22/11/2012). Ia berharap, aturan ini akan membuat orang untuk menentang pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan.
"Kami siap untuk melaksanakan proyek untuk mengontrol hal ini. Polisi sudah mempersiapkan database pelanggar tersebut," kata Juru Bicara Pemerintah, Rakesh Srivastava, seperti dikutip dari Iol.co.za. Ia berharap, aturan ini akan meminimalisir kekerasan pada kaum perempuan.
"Pria yang setelah dilakukan penyelidikan polisi, terbukti melakukan pelanggaran, tidak akan diberikan paspor atau SIM. Sedangkan pelanggar yang sudah memegang lisensi atau paspor, akan kehilangan dokumen mereka," kata Srivastava.
Madhya Pradesh adalah negara bagian terbesar kedua di India dan memiliki populasi sekitar 72 juta jiwa. Kelompok penjaga hak asai perempuan mengatakan, bahwa pelecehan terhadapn wanita adalah masalah utama di India.
(esn)